Ntvnews.id, Jakarta - Kemacetan parah yang pernah terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kini mengungkap strategi untuk mencegah terulangnya kemacetan serupa.
Ia menjelaskan bahwa kemacetan yang terjadi setelah Lebaran sebelumnya disebabkan oleh lonjakan aktivitas di pelabuhan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan parkir truk dan kontainer. Akibatnya, antrean kendaraan, khususnya truk logistik, meluber hingga ke jalan utama dan menyebabkan kemacetan panjang.
Sebagai solusi, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Pelindo untuk menyediakan lahan parkir tambahan seluas sekitar 5 hektar di kawasan Terminal Tanah Merdeka. Lahan tersebut difungsikan sebagai tempat penampungan sementara kendaraan logistik agar tidak menumpuk di jalan raya.
"Aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal karena di tempat itu kurang lebih bisa nampung 200 kontainer," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.
Baca Juga: Pramono Segera Buat Turunan Peraturan PP Tunas
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Antara)
Baca Juga: Pramono: Transaksi Jakarta Festive Wonders Tembus Rp67,5 Triliun
Pemprov DKI Jakarta memberikan fasilitas parkir tersebut secara gratis kepada Pelindo. Langkah ini diambil untuk menghindari kerugian ekonomi yang lebih besar akibat kemacetan.
"Dan untuk itu kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan yang seperti tahun lalu itu cost nya terlalu tinggi sekali," ungkap Pramono Anung.
Diberitakan sebelumnya, kemacetan parah juga sempat melanda kawasan Tanjung Priok menjelang libur panjang pada Rabu, 16 April 2025. Antrean kendaraan mengular hingga ke Jalan Raya Cilincing dan Jalan Yos Sudarso.
Bahkan, waktu tempuh yang biasanya sekitar satu jam bisa meningkat menjadi hampir dua jam akibat padatnya arus kendaraan, terutama truk logistik.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)