Anwar Ibrahim: Pertemuan dengan Prabowo Buka Ruang Solusi Konflik Asia Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mar 2026, 08:58
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta, Jumat, sebagai momen penuh makna yang membuka ruang konstruktif dalam mencari solusi atas konflik di Asia Barat.

Dalam keterangannya yang dikutip di Kuala Lumpur, Jumat malam, Anwar mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah penting di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Pertemuan yang penuh makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik temu untuk menghadapi konflik di Asia Barat yang kini menekan keamanan energi serta stabilitas ekonomi dunia,” ujarnya.

Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim (Istimewa)

Anwar menegaskan bahwa Malaysia dan Indonesia sepakat memperkuat solidaritas regional yang berprinsip guna menjaga perdamaian, stabilitas, serta ketahanan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Baca Juga: Prabowo Antar Langsung PM Anwar Ibrahim ke Halim, Cerminkan Keakraban Dua Negara Bertetangga

Selain itu, kedua pemimpin juga sepakat meningkatkan upaya diplomasi untuk meredakan konflik, melindungi warga sipil, serta membuka ruang dialog menuju penyelesaian damai yang berkelanjutan.

Menurut Anwar, kelangsungan rantai pasok global dan jalur perdagangan strategis harus tetap terjaga, termasuk di Selat Hormuz yang memiliki peran vital dalam distribusi energi dunia.

Ia juga mengungkapkan telah melakukan komunikasi intensif melalui sambungan telepon dengan sejumlah pemimpin internasional guna menunjukkan solidaritas, menyelaraskan pandangan, serta mengkaji dampak konflik terhadap sektor energi dan keamanan regional.

“Malaysia tetap pada pendirian tegas, menolak kekerasan, menjunjung hukum internasional, dan mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur damai,” tegas Anwar.

x|close