PBB: Sepertiga Pengungsi di Lebanon Anak-anak, Serangan Israel Terus Meningkat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mar 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Suasana sidang Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9/2024).(ANTARA/Suwanti/am. Ilustrasi - Suasana sidang Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9/2024).(ANTARA/Suwanti/am. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa hampir sepertiga dari lebih dari satu juta pengungsi di Lebanon merupakan anak-anak, seiring meningkatnya intensitas serangan Israel di wilayah tersebut.

"Semalam hingga dini hari, serangan Israel di Beirut pusat dilaporkan menimbulkan korban tambahan," kata juru bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers, sebagaiman dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 20 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa kawasan permukiman turut menjadi sasaran, bahkan menyebabkan sebuah bangunan bertingkat runtuh.

Menyoroti dampak terhadap fasilitas kesehatan, Haq menyebut otoritas setempat melaporkan tiga rumah sakit pemerintah mengalami kerusakan parah dan sejumlah tenaga medis turut terluka.

Baca Juga: Prabowo Ungkap 1.000 Lebih Dapur MBG Di-suspend karena Bermasalah, Pemerintah Perketat Standar

Menurutnya, jumlah pengungsi kini telah melampaui satu juta orang, termasuk sekitar 367.000 anak-anak.

Konflik antara pasukan Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Mengutip laporan UNIFIL, Haq menyatakan situasi keamanan di wilayah operasi mengalami penurunan drastis. Ia mencatat adanya baku tembak intens, peningkatan aktivitas militer di udara dan darat, serta penambahan pasukan Israel di wilayah Lebanon.

PBB juga mengungkapkan kekhawatiran atas perintah evakuasi terbaru yang dikeluarkan Israel, yang berdampak pada warga sipil di kedua sisi Garis Biru.

Sebuah kendaraan patroli UNIFIL melintas di Marjeyoun, Lebanon selatan pada 22 September 2024. (Xinhua/Ali Hashisho) <b>(Antara)</b> Sebuah kendaraan patroli UNIFIL melintas di Marjeyoun, Lebanon selatan pada 22 September 2024. (Xinhua/Ali Hashisho) (Antara)

"Kami terus menyerukan penurunan ketegangan dan mendesak semua pihak memanfaatkan jalur diplomatik serta kembali berkomitmen pada implementasi penuh resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB," kata Haq.

Serangan militer Israel di Lebanon meningkat setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Pada 2 Maret, kelompok Hizbullah melancarkan serangan ke posisi militer di Israel utara sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

x|close