Ntvnews.id, Semarang, Jawa Tengah - Arus kendaraan pemudik dari arah barat yang memasuki Kota Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung terpantau meningkat pada Selasa pagi, dengan rata-rata mencapai sekitar 1.300 kendaraan per jam.
Berdasarkan data lalu lintas dari Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung, tercatat sebanyak 5.592 kendaraan masuk ke wilayah Semarang dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Sementara itu, arus kendaraan yang bergerak ke arah timur dalam periode yang sama mencapai 2.731 unit.
Baca Juga: Antrean Kendaraan Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk Capai 23 KM
Untuk kendaraan dari arah timur yang masuk ke Gerbang Tol Kalikangkung, volumenya tercatat lebih rendah, yakni rata-rata sekitar 650 kendaraan per jam selama tiga jam pengamatan.
Menghadapi potensi lonjakan kendaraan saat puncak mudik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi kemacetan di ruas tol, khususnya di sekitar Gerbang Tol Kalikangkung.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, M Pratama Adhyasastra, sebelumnya menjelaskan bahwa berbagai skenario telah disusun untuk menghadapi peningkatan volume kendaraan.
Dalam kondisi normal, ketika arus kendaraan masih di bawah 2.000 unit per jam, operasional gerbang tol akan berjalan seperti biasa dengan petugas tetap siaga.
Namun, jika kepadatan meningkat hingga mencapai 3.000 kendaraan per jam, pihak kepolisian akan mengoperasikan tujuh gardu satelit tambahan serta meningkatkan patroli untuk mengurai kepadatan.
Jika situasi semakin darurat, yakni ketika volume kendaraan melampaui 3.000 unit per jam selama tiga jam berturut-turut dan kecepatan kendaraan turun di bawah 20 km/jam, maka akan diterapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) lokal.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026, Simak Waktu One Way Supaya Tidak Kejebak
"Kami mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen," katanya.
Penerapan sistem tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan instruksi dari Korlantas Polri, dengan skema pengalihan arus dari Km 422 hingga Km 442 Bawen guna mengurai kepadatan kendaraan.
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan mulai terjadi pada 18 Maret 2026. Kepadatan lalu lintas diprediksi akan terbentang dari Km 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 421 ruas Tol Semarang-Solo.
(Sumber: Antara)
Situasi Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang. ANTARA/Zuhdiar Laeis (Antara)