Hashim Ungkap Prabowo Subianto Pertanyakan Lambatnya Realisasi Program Perumahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 14:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Hashim Djojohadikusumo dan Nurdin Tampubolon Hashim Djojohadikusumo dan Nurdin Tampubolon (NTVNews.id: Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat pertanyaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan program pembangunan 3 juta rumah.

Hal tersebut disampaikan Hashim saat menghadiri peresmian pembangunan hunian vertikal di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Dalam acara tersebut turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin.

Dalam sambutannya, Hashim mengaku sempat berdiskusi dengan Presiden mengenai progres program perumahan nasional tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Beri Hunian Tetap untuk 104 KK di Aceh Utara dengan Interior Lengkap dan Masjid

"Saya terus terang saja, beberapa minggu lalu saya bertemu dengan presiden bicara mengenai program ini (3 Juta Rumah). Beliau tanya 'Kenapa kok program perumahan agak lambat?' Kesannya lambat, kesan di pemikiran presiden," kata Hashim.

Hashim yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi menjelaskan bahwa salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut adalah persoalan birokrasi.

"Kementerian Perumahan kan kementerian baru, baru satu tahun, dan sebagai-sebagainya. Tapi sebetulnya presiden ingin cepat dan terus terang saja, saya lihat saya bisa laporkan ke beliau, dengan partisipasi dari bapak ibu dari KAI, akan segera terwujud," ujar Hashim.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Perumahan Hashim Djojohadikusumo <b>(Istimewa)</b> Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Perumahan Hashim Djojohadikusumo (Istimewa)

Ia menambahkan bahwa pembangunan hunian dalam program tersebut tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga berlangsung secara bersamaan di sejumlah kota lain seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Hashim juga menegaskan bahwa program pembangunan perumahan bertujuan untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok ekonomi menengah ke atas.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Mudik Garut, 2 Orang Luka-luka

"Agar memenuhi sila ke-5 kita supaya Pancasila bukan hanya slogan-slogan kosong," katanya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat harus benar-benar merasakan manfaat nyata dari ideologi negara tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

"Supaya rakyat betul-betul merasakan manfaat nyata dari kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara, jangan hanya omon-omon saja. NATO, no action talk only," tambahnya.

x|close