Potret Kegembiraan Anak-Anak Papua Belajar Menggunakan Papan Pintar Interaktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 12:27
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Anak-Anak Papua Belajar Menggunakan Papan Pintar. Anak-Anak Papua Belajar Menggunakan Papan Pintar. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Di sebuah kelas sederhana di pelosok Papua, sejumlah anak duduk bersila di atas lantai jerami dan rumput alang-alang kering. Ruangan itu jauh dari kesan modern. Namun di bagian depan kelas, berdiri sebuah papan pintar interaktif yang menjadi jendela baru bagi mereka untuk mengenal dunia.

Satu per satu anak maju ke depan. Ibu guru menyerahkan pensil sentuh kepada murid yang mendapat giliran. Seorang anak berseragam putih yang mulai kusam dengan celana pendek merah melangkah maju.

Ia memanjat kursi kecil agar bisa menjangkau layar. Dengan penuh konsentrasi, ia menggambar huruf “N” mengikuti panduan di layar.

Begitu guratannya tepat, layar di hadapannya bertabur bintang, tanda jawabannya benar. Senyumnya langsung merekah. Teman-temannya yang duduk bersila ikut menyaksikan dengan mata berbinar.

Anak berikutnya maju dan menggambar huruf “D”. Hasilnya tepat. Ia pun tersenyum lebar, merasa misinya tuntas.

Tak lama kemudian, seorang anak bertubuh paling kecil, tanpa seragam, maju ke depan. Ia memanjat kursi dan menerima pensil sentuh dari ibu guru. Kali ini tugasnya menggambar huruf “O”.

Baca Juga: Hadirkan Perdamaian, Satgas Polri Ajak Main Anak-anak Papua

Anak-Anak Papua Belajar Menggunakan Papan Pintar. <b>(Istimewa)</b> Anak-Anak Papua Belajar Menggunakan Papan Pintar. (Istimewa)

Sempat gagal karena garisnya melewati batas lingkaran, ia tak menyerah. Dengan sabar ia mengulang. Ketika akhirnya berhasil, senyum kecilnya mengembang. Bangga atas usahanya sendiri.

Momen menyentuh ini dibagikan oleh akun Instagram @explorewith_ibuguru. Dalam keterangan video, diceritakan bahwa anak-anak tersebut berjalan kaki cukup jauh dari rumah masing-masing untuk bisa sampai ke sekolah.

“Kadang perut belum terisi penuh. Tapi setiap pagi dong tetap duduk rapi dan bilang, ‘Pak guru, sa mau belajar’. Hati siapa yang tra tersentuh lihat begini?” tulisnya.

“Tong mungkin lihat keterbatasan, tapi Tuhan lihat masa depan besar dalam diri dong. Dari tanah Papua, harapan itu tra pernah padam. ???? #salam???????? dari anak2 hebat Kusumo”.

Di tengah segala keterbatasan fasilitas, semangat belajar anak-anak Papua itu menjadi potret nyata bahwa harapan selalu menemukan jalannya.

Papan pintar mungkin hanya sebuah alat, tetapi di tangan mereka, ia berubah menjadi pintu menuju mimpi-mimpi besar yang perlahan mulai digambar, satu huruf demi satu huruf.

Baca Juga: Bakti Perpusnas Kawal Semangat Literasi di Sekolah

x|close