Ntvnews.id, Washington D.C - Sebelum jet tempur Donald Trump dan sekutu Israel mengebom wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, Trump sempat menunjukkan citra “santai” yang mengecoh publik.
Kunjungan kerjanya ke Texas pada Jumat, 27 Februari 2026 kini dianggap sebagai bagian dari taktik pengalihan isu. Di tengah pidato berapi-api tentang kondisi ekonomi di Corpus Christi, Texas, Trump juga sempat singgah di restoran cepat saji Whataburger dan menyapa para pelanggan yang bersorak riuh.
“Hamburger untuk semua orang!” seru Trump sebelum meninggalkan lokasi sambil membawa tas pesanan bernomor 47, merujuk pada posisinya sebagai Presiden ke-47 AS, menurut laporan media internasional.
Namun, sembilan jam setelah momen tersebut, ia tiba-tiba mengumumkan perintah serangan besar-besaran dari resor Mar-a-Lago di Florida.
Gedung Putih tampaknya telah menyusun jadwal sedemikian rupa agar suasana politik terlihat normal, dengan agenda akhir pekan yang meliputi waktu luang bermain golf dan jamuan makan malam penggalangan dana “Make America Great Again”, sebelum kemudian memerintahkan operasi militer.
Baca Juga: Rekomendasi Masjid untuk Safari Tarawih di Jakarta
Ini bukan kali pertama Trump melancarkan operasi besar dari luar Gedung Putih; langkah serupa dilakukan sebelumnya saat ia memerintahkan upaya penggulingan pemimpin Venezuela dari resor yang sama
Pesan yang tampak saling bertentangan terus bermunculan setelah para pejabat AS dan Iran bertemu di Jenewa pada Kamis, 27 februari 2026. Sepanjang masa jabatannya, Trump kerap berupaya menunjukkan suasana seakan-akan segala sesuatunya berjalan normal. Departemen Luar Negeri AS bahkan mengumumkan pada hari Jumat bahwa Sen.
Marco Rubio akan melakukan pembicaraan di Israel, yang oleh beberapa pengamat diartikan sebagai indikasi bahwa serangan akan ditunda hingga pertemuan tersebut selesai.
Ilustrasi Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. (Anadolu)
Meski pengerahan militer besar-besaran di Timur Tengah sudah terlihat semakin jelas, Trump berkali-kali mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif. Saat berada di Texas, ia sempat menyatakan bahwa keputusan akhir belum diambil, meskipun ia menyatakan tidak puas dengan respons Teheran atas tuntutan AS.
Akhirnya teka-teki itu terjawab pada pukul 02.30 pagi waktu setempat. Mengenakan topi putih bertuliskan “USA”, Trump mengonfirmasi bahwa operasi tempur telah dimulai.
Baca Juga: Ini Kata Dubes Iran soal Niat Mediasi RI
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran,” tegasnya melalui pernyataan resmi dari Mar-a-Lago.
Di ruang komando Mar-a-Lago, Trump dilaporkan memantau jalannya serangan sepanjang malam bersama sejumlah petinggi keamanan nasional, termasuk Menlu Marco Rubio, Kepala Pentagon Pete Hegseth, serta perwira militer senior Dan Caine.
Sekali lagi, Amerika Serikat memulai babak baru dalam konflik dari meja kerja di rumah liburan sang presiden, mencampurkan citra santai dengan keputusan strategis yang penuh konsekuensi geopolitik.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara pada Pertemhuan Tahunan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)