Sekjen PBB Sesalkan Serangan ke Iran, Sebut Peluang Diplomasi “Disia-siakan"

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 13:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
UN Secretary-General Antonio Guterres. ANTARA/HO-Anadolu Ajansi/pri. UN Secretary-General Antonio Guterres. ANTARA/HO-Anadolu Ajansi/pri. (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta -  Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya bahwa serangan terhadap Iran menunjukkan peluang diplomasi dari perundingan nuklir yang berjalan telah “disia-siakan”.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di Markas PBB, New York City, Sabtu waktu setempat, Guterres menyoroti serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terjadi setelah putaran ketiga perundingan tak langsung antara AS dan Iran yang ditengahi Oman.

“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” kata Guterres, seperti dikutip dari naskah pernyataannya yang diterima di Jakarta, Sabtu 28 Februari 2026.

Ia menyoroti persiapan pembicaraan teknis yang dijadwalkan berlangsung di Wina pada pekan depan, yang rencananya akan diikuti babak baru pembicaraan politik sebagai kelanjutan negosiasi AS-Iran.

Baca Juga: Sekjen PBB Soroti Ketegangan Iran, Desak Perlindungan Kebebasan Berekspresi

Sekjen PBB mendesak deeskalasi segera dan penghentian permusuhan di Timur Tengah, serta meminta semua pihak kembali ke meja perundingan.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” ujarnya.

Ia juga menyerukan seluruh anggota PBB untuk mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB, memastikan perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional, serta menjamin keamanan nuklir.

Pada Sabtu pagi 28 Februari 2026 waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa sipil.

Baca Juga: Warga Ramai-ramai Unjuk Rasa Desak Pemerintah AS Tak Terlibat di Perang Iran-Israel

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur akibat serangan tersebut. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur kerja selama sepekan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan CBS News menyatakan perundingan dengan Iran

“akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” usai tewasnya Khamenei.

(Sumber: Antara)

x|close