Ntvnews.id
Menurut Bahbah, kelompok pertama pasukan kemungkinan mulai memasuki Gaza pada awal April. Kontingen yang lebih besar dijadwalkan menyusul pada bulan berikutnya.
Ia berharap kehadiran pasukan internasional ini dapat mengakhiri pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel serta menciptakan stabilitas di wilayah konflik.
Baca Juga: Menlu: Yordania Berkomitmen Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza Palestina
Bahbah juga menyampaikan bahwa Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang baru dibentuk diperkirakan dapat mulai menjalankan tugasnya setelah pasukan stabilisasi tiba, karena akan memperoleh jaminan keamanan yang diperlukan untuk beroperasi di lapangan.
Pasukan Stabilisasi Internasional disebut akan terdiri atas sekitar 20 ribu personel militer dan 12 ribu polisi dari negara-negara yang tergabung dalam Gaza Board of Peace.
Kota Rafah di bagian selatan Jalur Gaza disebut-sebut menjadi lokasi awal penempatan misi tersebut.
Sebelumnya, Indonesia juga menjalin komunikasi dengan Kerajaan Yordania Hasyimiah terkait dukungan pengiriman pasukan ke Gaza.
Partisipasi Indonesia dalam misi internasional tersebut dinilai perlu berlandaskan mandat yang jelas serta kesepakatan bersama komunitas internasional.
Baca Juga: Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza, Menlu: Ini Penghargaan Reputasi Pasukan Indonesia
(Sumber: Antara)
Personel TNI AL menggelar apel kesiapan pasukan yang akan dikirim ke Gaza di Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis 19 Februari 2026. /ANTARA/HO-Pen Koarmada RI/am. (Antara)