Ntvnews.id
Dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Kamis, 26 Februari 2026, ditampilkan foto lama yang memperlihatkan kedua pemimpin berjalan berdampingan di Pangkalan Udara Angkatan Udara Kerajaan Yordania (Lanud) Marka, Kota Amman.
Foto tersebut menunjukkan Prabowo saat masih muda mengenakan blazer hitam, dasi merah, dan celana abu-abu. Sementara Raja Abdullah II tampak mengenakan blazer cokelat, kaos berkerah biru, serta celana hitam. Keduanya terlihat berbincang santai sambil berjalan bersama.
Teddy menyampaikan bahwa hubungan persahabatan antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II telah terjalin erat sejak lama.
"Raja Abdullah II yang telah lama menjalin persahabatan dekat dengan Presiden Prabowo, secara langsung mengantar Presiden menuju bandara dengan menyetir sendiri kendaraan kepresidenan. Gestur tersebut mencerminkan kedekatan personal kedua pemimpin sekaligus hubungan hangat antara Indonesia dan Yordania," kata Teddy.
Secara pribadi, keduanya telah bersahabat sejak masih berusia muda. Prabowo dan Raja Abdullah II diketahui sama-sama merupakan alumni sekolah ranger prestisius Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Benning.
Pertemuan pertama mereka terjadi pada 4 Desember 1995 saat pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Keduanya juga pernah memimpin pasukan elite di negara masing-masing. Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus, sementara Raja Abdullah II pernah menjadi Komandan Pasukan Khusus Yordania pada 1994.
Hubungan persahabatan tersebut berlanjut ketika Prabowo meninggalkan Indonesia pada 1998 dan menetap di Yordania.
Baca Juga: Dalam Semangat Ramadan, Indonesia–Yordania Perkuat Koordinasi Isu Palestina
Presiden Prabowo baru saja melakukan kunjungan ke Yordania pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam lawatan tersebut, ia menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II untuk menindaklanjuti rapat pertama Board of Peace (BoP) bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Qatar, Kuwait, Bahrain, serta sejumlah negara Timur Tengah lainnya yang tergabung dalam forum tersebut.
Kedua pemimpin membahas langkah lanjutan dalam menjaga momentum perdamaian dan mendorong stabilitas kawasan.
Yordania dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk bantuan kemanusiaan melalui jalur darat, laut, dan udara. Karena itu, koordinasi yang erat dianggap penting guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif serta mendukung proses de-eskalasi.
Selain itu, kedua pemimpin juga membahas pentingnya mendorong two-state solution sebagai solusi yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina dan Israel.
Indonesia menegaskan komitmennya untuk konsisten berada di garis depan dalam memperjuangkan hak rakyat Palestina dan mendukung perdamaian regional.
(Sumber: Antara)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein (kanan) dalam kenangan lama yang dibagikan melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet. (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet) (Antara)