Ntvnews.id, Jakarta - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Bali, terutama di kawasan Seminyak dan Kuta, pada Selasa (24/2/2026). Berbagai unggahan di media sosial, termasuk dari akun Instagram dan Facebook seperti Everything Bali, memperlihatkan kondisi jalan yang tergenang sejak dini hari.
Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah, I Wayan Suryawan, membenarkan adanya genangan di beberapa titik. Ia menjelaskan bahwa hujan berintensitas sedang hingga lebat menjadi pemicu utama munculnya banjir di kawasan terdampak.
Menurutnya, ketinggian air di sejumlah lokasi berada pada rentang 30 hingga 50 sentimeter, dan tim di lapangan masih terus mengumpulkan informasi lebih rinci. Suryawan juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dinamika cuaca ekstrem. Ia menegaskan perlunya kehati-hatian mengingat kondisi hujan yang masih berlangsung.
Baca Juga: Debt Collector Tusuk Advokat hingga Bersimbah Darah Gegara Tolak Penarikan Paksa di Tangerang
BPBD Bali turut meminta warga memanfaatkan keberadaan sirene banjir, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran Tukad Badung. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, menyampaikan imbauan agar masyarakat memperhatikan peringatan yang muncul sejak malam sebelumnya.
"Arahan tetap waspada perkembangan situasi, masyarakat yang di pinggir Tukad Badung perhatikan suara sirene dan perkembangan kenaikan air," ujarnya di Denpasar, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa meskipun hanya terdapat enam titik sirene banjir, peringatan dini ini berperan penting untuk menekan potensi korban, seperti yang terjadi pada banjir besar September 2025. Hingga kini, indikator pada sirene menunjukkan bahwa air sungai baru naik ke level satu dan dua, atau belum mencapai titik meluap.
Baca Juga: Sempat Diisukan Jadi Pelatih Latih Timnas Indonesia, Jesus Casas Pilih Tangani Lion City Sailors
"Sirene sudah berfungsi baik, tadi pagi jam 03.00 Wita sudah bunyi sekali, kemudian ternyata tadi sekitar jam 08.30 Wita bunyi lagi, berarti air sungai naik lagi," kata dia.
Namun, Bhusana juga menekankan bahwa masyarakat di wilayah yang belum memiliki sirene harus tetap sigap memantau lingkungan sekitar. Ia menuturkan bahwa banjir selama hujan tiga hari berturut-turut justru lebih sering muncul di daerah lain yang tidak memiliki sistem sirene, meskipun Denpasar tetap menjadi wilayah terdampak terbesar.
Banjir Bali (Antara)