Ntvnews.id, Istanbul – Badai musim dingin berkekuatan besar menerjang kawasan Mid-Atlantic dan timur laut Amerika Serikat, memicu hujan salju lebat, angin kencang, kondisi badai salju, hingga banjir pesisir. Informasi tersebut disampaikan oleh National Weather Service (NWS) pada Minggu, 22 Februari 2026.
Curah salju dilaporkan turun dengan intensitas lima hingga tujuh sentimeter per jam pada periode tertentu. Di sejumlah wilayah, total akumulasi diperkirakan mencapai 30 hingga 60 sentimeter, membuat perjalanan darat nyaris tidak memungkinkan.
NWS mengeluarkan peringatan badai salju untuk Negara Bagian New York mulai pukul 13.00 waktu setempat pada Minggu, 22 Februari 2026, hingga pukul 18.00 pada Senin, 23 Februari 2026. Otoritas memperingatkan bahwa puncak hujan salju akan berbarengan dengan hembusan angin terkuat pada Minggu malam hingga awal Senin, dengan jarak pandang berpotensi turun di bawah 400 meter.
Wali Kota New York City
Baca Juga: Badai Salju 50 cm Terjang AS, Penerbangan Lumpuh hingga Makan Korban Jiwa
Ia mengumumkan status darurat di kota tersebut serta larangan bepergian mulai pukul 21.00 pada Minggu, 22 Februari 2026, hingga pukul 12.00 pada Senin, 23 Februari 2026. Sekolah-sekolah di kota itu juga ditutup pada Senin, 23 Februari 2026, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers.
Seluruh wilayah New Jersey untuk pertama kalinya dalam 30 tahun berada di bawah peringatan badai salju. Sekitar 90 persen wilayah negara bagian itu diperkirakan menerima salju setidaknya 30 sentimeter. Gubernur Mikie Sherrill menetapkan status darurat di 21 kabupaten dan mengimbau warga agar tidak bepergian. “Tanggapi badai ini dengan serius,” katanya.
Kantor NWS di Boston memperingatkan potensi badai bersejarah di wilayah tenggara koridor Boston-Providence, dengan hembusan angin antara 95 hingga 113 kilometer per jam. Dampaknya meliputi pemadaman listrik luas dan kerusakan pohon. Kondisi terburuk diprediksi terjadi pada Senin, 23 Februari 2026, antara pukul 04.00 hingga tengah hari.
Di sepanjang pesisir New Jersey hingga wilayah tenggara New England, angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan 65 hingga 113 kilometer per jam. Banjir pesisir tingkat sedang hingga besar juga berpotensi terjadi dari Delaware hingga Cape Cod, memicu genangan jalan dan kerusakan properti di kawasan tepi laut.
Baca Juga: Jumlah Korban Tewas Badai Salju di AS Naik Jadi 51 Orang
Indeks Tingkat Keparahan Badai Musim Dingin dari NWS mengidentifikasi wilayah tenggara Pennsylvania, New Jersey, Long Island, Rhode Island, dan tenggara Massachusetts sebagai area dengan dampak tertinggi, termasuk gangguan luas terhadap aktivitas masyarakat.
Kawasan Mid-Atlantic dan Timur Laut AS meliputi negara bagian seperti New York, Pennsylvania, New Jersey, Delaware, Maryland, dan Virginia Barat. Wilayah padat penduduk di pesisir Atlantik tersebut mencakup kota-kota besar seperti New York City, Philadelphia, dan Washington, D.C.
(Sumber: Antara)
Sejumlah warga berjalan-jalan di Central Park, New York City, Amerika Serikat (AS), Minggu (25/1/2026). Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) AS, hujan salju lebat dan lapisan es berbahaya diperkirakan terjadi di wilayah yang membentang dari Tex (Antara)