KSAD Siapkan Pasukan untuk Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 17:44
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menghadiri Rapat Pimpinan TNI/Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026. ANTARA/Andi Firdaus Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menghadiri Rapat Pimpinan TNI/Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026. ANTARA/Andi Firdaus (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa TNI AD mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan Board of Peace di wilayah konflik, seperti Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Maruli mengatakan, proses koordinasi terkait penugasan pasukan perdamaian masih terus berjalan. Penentuan kebutuhan personel akan dilakukan setelah adanya arahan resmi dari pihak yang mengkoordinasikan misi di Gaza, kemudian diteruskan ke Markas Besar TNI dan Mabes Angkatan Darat.

"Itu kan masih terus berjalan ya. Jadi, kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu nanti ke Mabes AD, membutuhkan personel yang berkarakter apa, nanti kami siapkan," jelas Maruli.

Meski lokasi penugasan belum dipastikan, Maruli memastikan TNI AD telah melakukan persiapan awal. Personel yang disiapkan difokuskan pada karakter pasukan perdamaian, termasuk unsur kesehatan.

Baca Juga: PKB Dukung Langkah Diplomasi Prabowo, Termasuk Peran Indonesia di Board of Peace

Terkait lokasi penugasan, Maruli menegaskan bahwa keputusan pengiriman pasukan ke Gaza atau Lebanon bukan berada di tangan TNI AD.

"Lebih baik bertanya ke Mabes TNI. Kalau kami hanya penyiapan pasukan saja," katanya.

Jumlah personel yang disiapkan masih bersifat estimasi dan belum final. Kekuatan pasukan bisa mencapai satu brigade.

"Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang," ujar Maruli.

Ia juga menambahkan bahwa belum dapat memastikan kapan pengiriman pasukan akan dilakukan.

Baca Juga: Dino Patti Djalal: Prabowo Tegaskan Indonesia Punya Opsi Keluar dari Board of Peace

(Sumber: Antara) 

x|close