Katulampa Siaga 3, Jakarta Siap-siap Kebanjiran Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 09:11
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Bendungan Katulampa Bogor Bendungan Katulampa Bogor (Google Maps)

Ntvnews.id, JakartaHujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan kawasan sekitarnya sejak Rabu malam (28/1/2026) berdampak langsung pada kondisi Bendung Katulampa. Debit air yang meningkat membuat bendung di wilayah Bogor tersebut berstatus Waspada atau Siaga 3 pada Rabu pagi.

Peningkatan status Bendung Katulampa tercatat pada pukul 06.00 WIB. Kondisi ini menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta, mengingat bendung tersebut merupakan titik pemantauan penting aliran Kali Ciliwung yang bermuara ke ibu kota.

Seiring dengan naiknya status Bendung Katulampa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat peningkatan debit air di sejumlah pos pantau lain yang masih berkaitan dengan sistem aliran sungai di Jakarta. Beberapa di antaranya meliputi Pos Sunter Hulu, Pos Pesanggrahan, Pos Angke Hulu, Pintu Air Manggarai, hingga Pintu Air Karet, yang seluruhnya berada pada status Siaga 3.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Yohan, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara bersamaan di wilayah hulu dan Jakarta.

Baca Juga: Pemalsuan Jenazah: Sebelum Hilang, Rudy Watak Tagih Pembayaran Tanah Rp10,5 M

"Kondisi ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi di wilayah hulu dan Jakarta, sehingga menyebabkan luapan beberapa sungai, terutama Kali Ciliwung," ujar Yohan dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tinggi muka air, termasuk di Bendung Katulampa, sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko banjir. Personel juga dikerahkan ke lapangan untuk mengantisipasi dampak lanjutan, khususnya di kawasan yang berada di sepanjang bantaran sungai yang terhubung dengan aliran Ciliwung.

Selain pemantauan teknis, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan dan banjir susulan yang dapat terjadi seiring tingginya debit air dari hulu. Warga juga diminta segera mengakses bantuan apabila menghadapi situasi darurat.

"Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam," kata Yohan.

x|close