Ntvnews.id, Meksiko City - Sedikitnya 11 orang dilaporkan meninggal dunia dan 12 lainnya mengalami luka-luka setelah sekelompok pria bersenjata melakukan penembakan di sebuah lapangan sepak bola di Negara Bagian Guanajuato, Meksiko, pada Minggu, 25 Januari 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh otoritas setempat.
Wali Kota Salamanca, Cesar Prieto, mengungkapkan bahwa para pelaku tiba di lokasi sesaat setelah pertandingan sepak bola usai, sebelum kemudian melepaskan tembakan ke arah para korban.
Sebanyak sepuluh orang tewas di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Keterangan itu disampaikan Prieto melalui akun Facebook pribadinya.
“Di antara para korban luka terdapat seorang perempuan dan seorang anak di bawah umur,” kata Prieto, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga: Penembakan Fatal oleh Agen Imigrasi di Minneapolis Picu Kontroversi, Trump Tuduh Korban Teroris
Prieto menilai insiden penembakan tersebut merupakan bagian dari “gelombang kejahatan” yang tengah melanda wilayahnya. Ia juga meminta bantuan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk turut mengendalikan tingkat kekerasan yang terus meningkat di daerah tersebut.
Sementara itu, kantor kejaksaan Negara Bagian Guanajuato menyatakan telah memulai penyelidikan atas peristiwa tersebut dan tengah bekerja sama dengan otoritas federal guna memperketat pengamanan.
Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)
“Sayangnya, ada kelompok kriminal yang berupaya menundukkan otoritas, sesuatu yang tidak akan mereka capai,” ujar Prieto.
Guanajuato tercatat sebagai negara bagian dengan angka pembunuhan tertinggi di Meksiko sepanjang tahun lalu. Sejumlah laporan media lokal mengaitkan tingginya kekerasan di wilayah tersebut dengan konflik berkepanjangan antara geng Santa Rosa de Lima dan Kartel Jalisco New Generation.
Ilustrasi- penembakan (ANTARA News Sumsel/Ist/18) (ANTARA News Sumsel/Ist/18/) (Antara)