Ntvnews.id, Washington D.C - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memutuskan untuk memulangkan empat astronaut dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) lebih cepat dari jadwal semula.
Dilansir dari NDTV, Selasa, 20 Januari 2026, langkah ini diambil menyusul adanya persoalan kesehatan yang dialami salah satu awak. Keputusan tersebut tercatat sebagai evakuasi medis pertama sejak ISS beroperasi secara berkelanjutan pada tahun 2000.
NASA mengumumkan kebijakan itu pada Kamis, 8 Januari 2026 waktu setempat. Misi yang dipercepat kepulangannya adalah SpaceX Crew-11, yang beranggotakan dua astronaut NASA, Zena Cardman dan Michael Fincke, astronaut Jepang Kimiya Yui, serta kosmonaut Rusia Oleg Platonov dari Roscosmos.
Administrator NASA Jared Isaacman menegaskan bahwa kepulangan lebih awal ini tidak dilakukan dalam situasi darurat.
Baca Juga: 3 Astronaut China Terdampar di Luar Angkasa Usai Kapsul Dihantam Puing Antariksa
“Ini bukan de-orbit darurat, meskipun kami selalu memiliki kemampuan itu dan rutin berlatih untuk skenario tersebut,” ujar Isaacman, dikutip dari laman space.com.
Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil murni karena pertimbangan medis. Menurutnya, fasilitas kesehatan di ISS tidak memadai untuk melakukan diagnosis mendalam maupun penanganan lanjutan terhadap kondisi kesehatan yang dialami salah satu awak.
“Kemampuan untuk mendiagnosis dan menangani masalah ini dengan tepat tidak tersedia di Stasiun Luar Angkasa,” lanjutnya.
Tangkapan layar bersama astronaut pesawat antariksa berawak Shenzhou-20 dan Shenzhou-21 di Stasiun Luar Angkasa China pada 1 November 2025. Mereka akan tinggal dan bekerja bersama selama lima hari di Stasiun Luar Angkasa China. (ANTARA/Xinhua/Jin Liw (Antara)
NASA tidak mengungkap identitas astronaut yang mengalami gangguan kesehatan maupun detail kondisi medisnya dengan alasan menjaga privasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan dan Medis NASA, Dr. James Polk, memastikan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas misi, termasuk rencana kegiatan luar wahana atau spacewalk.
“Ini bukan masalah operasional dan bukan cedera akibat aktivitas misi. Ini adalah masalah medis yang muncul dalam kondisi mikrogravitasi, ditambah keterbatasan perangkat diagnosis yang tersedia di orbit,” jelas Polk.
Baca Juga: Astronaut Balik ke Bumi Usai ‘Terlantar’ 9 Bulan di Luar Angkasa
Masalah kesehatan itu terdeteksi sehari sebelumnya, Rabu, 7 Januari 2026, saat NASA memutuskan menunda rencana spacewalk yang semula dijadwalkan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis terhadap salah satu anggota awak.
Crew-11 diluncurkan ke ISS menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon Endeavour pada 1 Agustus 2025 dan direncanakan menjalani misi selama enam bulan. Saat ini, para astronaut tersebut telah memasuki fase akhir misi dan hampir seluruh target kerja yang direncanakan telah diselesaikan.
Dr. Polk juga menyebut bahwa secara statistik, kemungkinan evakuasi medis dari stasiun luar angkasa memang ada. Berdasarkan pemodelan, kejadian serupa diperkirakan dapat terjadi sekitar sekali dalam tiga tahun, meski baru kali ini benar-benar terealisasi. NASA menegaskan kondisi astronaut yang mengalami gangguan kesehatan tersebut saat ini stabil dan tidak mengancam nyawa.
Rocket Astronaut (Istimewa)