Kenangan Indah di Thailand, Teodora Audi Bersemangat Memburu Prestasi ASEAN Para Games 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 18:36
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant, Atlet para panahan asal Yogyakarta di ajang ASEAN Para Games 2025. Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant, Atlet para panahan asal Yogyakarta di ajang ASEAN Para Games 2025. (Bidang Humas dan Media NPC Indonesia)

Ntvnews.id, Nakhon Ratchashima - Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant bersemangat memburu prestasi di ajang ASEAN Para Games 2025. Atlet para panahan asal Yogyakarta ini ingin mengulang kenangan indah di Thailand untuk membuat sejarah baru dalam kariernya.

Thailand merupakan negara yang menjadi pijakan awal dalam karier Teodora Audi di level internasional. Ia membuat kejutan ketika tampil pada ajang Asian Para Archery Championship 2023 di Kota Bangkok.

Pada momen pertama mewakili Merah Putih, Theodora Audi langsung menyabet medali emas nomor women single compound. Hebatnya lagi, Audi juga sukses melengkapi prestasi tersebut dengan mendapatkan tiket untuk bertanding di Paralimpiade Paris 2024.

Cerita manis tentang perjalanan dua tahun lalu menambah semangat Teodora Audi ketika kini kembali ke Thailand untuk mengikuti ajang ASEAN Para Games 2025. Thailand diharapkan masih bersahabat dalam mengukir prestasi.

"Ini pertama kali saya mengikuti ASEAN Para Games," kata Teodora Audi, Minggu, 18 Januari 2026.

Nakhon Ratchasima bakal memberi tantangan berbeda dari cerita sebelumnya ketika meraih prestasi di Bangkok. Teodora Audi dan rekan-rekannya sudah menjajal venue dan mencoba untuk mengenali karakteristiknya.

Baca Juga: NPC Indonesia Siapkan 306 Atlet Hadapi ASEAN Para Games di Thailand pada 2026

Atlet panahan di ajang ASEAN Para Games 2025.  <b>(Bidang Humas dan Media NPC Indonesia)</b> Atlet panahan di ajang ASEAN Para Games 2025. (Bidang Humas dan Media NPC Indonesia)

"Biasanya kalau lomba di Bangkok. Jadi sekarang beradaptasi lagi karena (venue para panahan) tidak rumput, agak berpasir. Itu pengaruh, seperti kering dan kena debu," jelas Theodora Audi.

Teodora Audi sudah sedikit mengetahui peta kekuatan di Asia Tenggara, khususnya nomor-nomor kategori women compound yang diikutinya.

"Menurut saya, musuh terbesar tetap diri sendiri. Ya ada sih lawan yang tangguh, salah satunya dari Singapura. Dia bagus," jelas Theodora Audi.

Teodora Audi berharap bisa mendapatkan prestasi terbaik di Thailand. Baginya, raihan medali memiliki arti penting, terutama ketika melihat banyaknya orang-orang yang telah mendukungnya untuk bangkit sejak mengalami kecelakaan di usia 17 tahun.

Kecelakaan tersebut membuat Teodora Audi mengalami kelumpuhan di bagian anggota gerak bagian bawah. Dan olahraga para panahan merupakan aktivitas yang awalnya disarankan oleh orang tuanya sebagai bagian dari terapi penguatan tangan.

Baca Juga: Besok Menpora Erick Thohir Akan Gelar Rapat Persiapan Asian Games 2026

"Membayangkan untuk menjadi Audi yang sekarang saja tidak pernah. Membayangkan bisa ke Paralimpiade juga tidak. Aku dulu di daerah saja masih seperti berat banget, masih banyak pikiran. Jadi sampai sini bersyukur dan berterima kasih," ungkap Teodora Audi.

"Kalau bisa nih, misal aku dapet medali nih satu, kalau bisa dibagi dicuwil-cuwil (dipotong-potong), maka kubagi ke mereka. Karena medali itu cuman satu, tapi orang di belakangnya tuh banyak banget yang mendukungku," imbuhnya.

Sementara itu, tim pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, memastikan persiapan seluruh atlet sudah berjalan bagus. Para panahan yang berstatus cabor andalan proyeksi Paralimpiade Los Angeles 2028 sudah menjalani pelatihan tanpa henti selama 12 bulan.

"Untuk sementara ini kami menargetkan raihan dua medali emas, dua perak dan tiga perunggu. Akan tetapi kami optimistis dengan perolehan medali yang mungkin bisa lebih dari ekspektasi," tegas Rameez Ali.

Baca Juga: Martina Ayu Pratiwi, Satu-satunya Atlet di SEA Games yang Dapat Bonus Rp3,4 Miliar

Rameez menjelaskan bahwa para panahan Indonesia berkekuatan 10 atlet, terdiri atas enam atlet kategori recurve dan empat atlet kategori compound. Ia menyebut ada perbedaan format pertandingan yang akan diterapkan di ASEAN Para Games 2025.

"Kita melihat memang format pertandingannya baru, tidak seperti kompetisi-kompetisi pada umumnya. Mungkin ini menyesuaikan juga dari tim Thailand dengan format latihannya. Tetapi yang jelas kami tetap siap, karena kebetulan format tim Thailand dan format tim Indonesia tidak jauh berbeda," ungkap Rameez.

Khusus untuk Teodora Audi, Rameez menyebut tim pelatih memberikannya target raihan dua medali perak di nomor single women compound dan mixed compound.

"Insya Allah, semoga Audi bisa melesat menuju prestasi yang lebih baik," ucap Rameez.

x|close