Bupati Bogor Klarifikasi Isu Ratusan Korban di Tambang Emas Pongkor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 21:38
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forkopimda setempat dan pihak Antam. Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forkopimda setempat dan pihak Antam. (Antara)

Ntvnews.id, BogorBupati Bogor Rudy Susmanto meluruskan informasi yang beredar mengenai dugaan ratusan korban dalam insiden kemunculan asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Rudy mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan serta manajemen Antam langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami datang langsung ke Kecamatan Nanggung, menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” ujar Rudy bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat dan pihak Antam di Koramil Nanggung, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan angka 700 yang ramai diperbincangkan publik bukan merujuk pada jumlah korban, melainkan istilah teknis yang menunjukkan level atau portal kerja di dalam tambang.

“Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan supaya masyarakat tidak panik,” katanya.

Meski demikian, Rudy menegaskan pemerintah daerah tetap membuka ruang penelusuran apabila terdapat informasi lain di luar aktivitas resmi PT Antam.

“Kalau ada beberapa informasi lain yang beredar, izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan,” ujarnya.

Rudy menambahkan peristiwa yang terjadi merupakan kemunculan asap di salah satu level tambang sekitar pukul 00.30 WIB, pada saat tidak ada aktivitas penambangan resmi yang sedang berlangsung. Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut dia, langsung menyiapkan langkah antisipasi dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran, BPBD, ambulans, serta personel terkait setelah menerima informasi awal adanya dugaan korban.

“Semua kami siapkan karena awalnya kami juga menerima informasi ada korban. Tapi, setelah diverifikasi bersama Antam dan aparat, dipastikan tidak ada satu pun karyawan Antam yang menjadi korban,” katanya.

Sementara itu, General Manajer PT Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor Nilus Rahmat menegaskan seluruh pekerja perusahaan berada dalam kondisi aman setelah dilakukan evakuasi dari area terdampak asap.

“Tidak ada karyawan Antam yang terjebak ataupun menjadi korban. Aktivitas di area yang terdampak kami hentikan sementara sesuai prosedur keselamatan,” ujar Nilus.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto juga memastikan tidak terjadi ledakan di area pertambangan emas Pongkor sebagaimana kabar yang beredar.

“Yang terjadi adalah munculnya asap di salah satu level tambang dan sudah ditangani oleh pihak Antam. Tidak ada ledakan dan tidak ada pekerja Antam yang menjadi korban,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini sumber pasti munculnya asap masih terus ditelusuri karena tim belum dapat memasuki area tambang sebelum kadar gas benar-benar berada pada tingkat yang aman.

(Sumber: Antara)

x|close