Ntvnews.id, Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk kelima kalinya. Perpanjangan tersebut ditetapkan melalui surat keputusan yang berlaku mulai 9 hingga 22 Januari 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan keputusan tersebut diambil karena situasi di lapangan masih membutuhkan penanganan intensif.
"Keputusan tersebut diambil karena kondisi di lapangan yang masih memerlukan penanganan intensif. Di mana terdapat 26 kampung yang masih terisolasi," kata Mustafa Kamal saat dihubungi di Banda Aceh, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa dalam Surat Keputusan Nomor 360/1/BPBD/2026 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat yang berlaku selama 14 hari ke depan, disebutkan masih banyak kendala infrastruktur yang belum tertangani sepenuhnya.
Akses jalan darat, kata dia, masih terputus di sejumlah lokasi dan beberapa jembatan belum dapat diperbaiki secara permanen sehingga sementara waktu hanya menggunakan kawat sling.
Selain itu, distribusi bantuan logistik ke beberapa wilayah terdampak masih harus dilakukan melalui jalur udara (droving). Risiko bencana juga dinilai masih tinggi seiring meningkatnya curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan longsor susulan.
Baca Juga: Momen Gotong Royong Petugas dan Warga Aceh Tengah Tarik Truk Pembawa Material Listrik
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, lanjut Mustafa, terus mengoptimalkan berbagai langkah penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah hingga Kamis 9 Agustus 2025, tercatat sebanyak 234.710 jiwa terdampak bencana yang tersebar di 14 kecamatan dan 295 kampung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.752 jiwa masih mengungsi di 54 titik pengungsian.
Bencana alam yang melanda wilayah Aceh Tengah juga mengakibatkan 24 orang meninggal dunia, empat orang dinyatakan hilang, serta menyebabkan kerusakan pada 4.221 unit rumah.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan darurat, memulihkan akses infrastruktur, serta memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terjaga.
(Sumber : Antara)
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga berjalan di jembatan darurat terbuat dari tali. ANTARA/HO-Humas Aceh Tengah (Antara)