Retret Kabinet di Hambalang Dijeda, Baru 4 Menteri Paparkan Kinerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 20:42
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, Bogor - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa baru empat menteri yang menyampaikan paparan dalam retret Kabinet Merah Putih atau Taklimat Awal Tahun yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026.

Mensesneg menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memimpin pengarahan sekitar pukul 14.00 WIB, sebelum memutuskan untuk beristirahat menjelang waktu salat Magrib.

"Karena tadi menjelang magrib, sementara baru kurang lebih empat menteri yang menyampaikan paparan, maka kemudian Bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat shalat Magrib dan makan, yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45 (WIB)," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Selasa, 6 Januari 2026.

Prasetyo, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa tidak seluruh menteri menyampaikan paparan kinerja kementerian yang dipimpinnya. Hanya sekitar sembilan menteri yang memberikan paparan dalam retret Kabinet Merah Putih yang berlangsung satu hari itu.

Baca Juga: Retret Kabinet Hambalang, Prabowo Apresiasi Kinerja Menteri dan Lembaga

Dalam kesempatan sebelumnya, Prasetyo menjelaskan bahwa para menteri memaparkan capaian sekaligus evaluasi program strategis yang telah berjalan, serta rencana percepatan ke depan.

"Saya sebut beberapa aja ya. Yang pertama misalnya, tentu saja berkenaan dengan masalah swasembada pangan kita. Yang kemarin di dalam perayaan Natal Bersama juga Bapak Presiden sudah menyinggung bahwa alhamdulillah dalam waktu satu tahun kita semua berhasil mewujudkan swasembada pangan," kata Prasetyo.

Mensesneg menuturkan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu program yang berhasil diwujudkan pada tahun pertama pemerintah, ditandai dengan tidak adanya impor beras pada 2025, dan pemerintah menargetkan mempertahankan serta meningkatkan capaian tersebut pada 2026.

Selain itu, retret juga membahas swasembada energi, termasuk capaian lifting yang melampaui target APBN 2025, dan langkah percepatan untuk peningkatan produksi.

Baca Juga: Pimpin Retret di Hambalang, Prabowo Pertajam Arah Kebijakan 2026

Prasetyo menambahkan, program Sekolah Rakyat yang saat ini berjalan di 166 lokasi akan diperluas sekitar 104 titik pada 2026, dengan percepatan penyediaan sarana fisik dan nonfisik.

Pembahasan lain dalam retret meliputi penanganan bencana, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, serta langkah antisipatif menghadapi musim hujan dengan curah tinggi di sejumlah daerah, seperti Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara, Balangan di Kalimantan Selatan, dan wilayah lain yang terdampak.

Prasetyo menegaskan bahwa retret kabinet tidak dibatasi waktu dan dapat berlanjut hingga malam apabila masih terdapat isu yang perlu didalami.

"Tidak terbatas waktu. Kita melihat situasinya kalau memang perlu pembahasan terhadap masalah-masalah yang masih muncul ya kita lanjut mungkin sampai malam," ucap dia.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close