Prabowo: Indonesia Kaya, Tapi Timah, Emas, BBM Subsidi, Kayu dan Batu Bara Kita Diselundupkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 17:38
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik pengambilan kekayaan alam Indonesia yang menurutnya telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan sejak masa lampau. Ia menilai melimpahnya sumber daya alam Nusantara membuat Indonesia kerap menjadi sasaran pihak-pihak yang ingin menguasai kekayaan nasional.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Prabowo mengatakan, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa kekayaan alam Nusantara telah lama menarik perhatian berbagai kekuatan dari luar. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan persoalan tersebut dan mengambil langkah untuk melindungi sumber daya yang dimiliki bangsa.

"Dari sejak kita lahir kita diganggu. Kenapa? karena Indonesia ini sangat-sangat kaya, kekayaan kita, telah dirampok bertahun-tahun, ratusan tahun saya sudah buktikan ke saudara-saudara dan bukan sekarang tidak perlu ulangi lagi data-data sejarah membenarkan bahwa nusantara kita ini selalu menjadi sasaran, sasaran kekuatan-kekuatan negara yang ingin mengambil kekayaan kita," ungkap Prabowo.

Baca Juga: Prabowo: Sekarang Kita Lihat Kondisi Prancis, Italia, Demokrasi Barat yang Ajarkan HAM Kita

Selain menyinggung sejarah eksploitasi kekayaan alam, Prabowo juga menyoroti praktik penyelundupan sumber daya alam (SDA) dan komoditas yang dinilai merugikan negara. Ia menyebut sejumlah komoditas strategis yang menurutnya masih menjadi sasaran penyelundupan, termasuk hasil tambang dan barang bersubsidi.

"Harta kekayaan kita diselundupkan, timah kita, emas kita, batu bara kita diselundupkan, kayu kita diselundupkan, BBM kita yang disubsidi diselundupkan, pupuk yang disubsidi diselundupkan," ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo, praktik tersebut menjadi persoalan serius karena dapat mengurangi manfaat kekayaan alam yang seharusnya dinikmati oleh negara dan masyarakat. Ia mengibaratkan kebocoran sumber daya alam akibat penyelundupan seperti darah yang terus mengalir keluar dari tubuh sehingga mengancam kelangsungan hidup.

Atas dasar itu, Prabowo menegaskan Indonesia harus memperkuat upaya perlindungan kekayaan nasional. Ia menyebut situasi saat ini menuntut pemerintah untuk bertahan sekaligus mengambil tindakan guna mencegah kebocoran sumber daya alam yang berkelanjutan.

"Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. kalau darah kita bocor terus tidak mungkin badan kita selamat," tegas Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa penyelamatan kekayaan alam harus menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga kepentingan nasional. Penanganan penyelundupan dan perlindungan sumber daya strategis dinilai penting agar kekayaan Indonesia dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

x|close