Prabowo: Saat Kita Sudah E50 dan B50, Indonesia Tak Perlu Impor Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 19:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia dapat menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) pada masa mendatang melalui pengembangan energi alternatif dan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.

Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi energi yang cukup besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan minyak dari luar negeri. Potensi tersebut meliputi batu bara, energi panas bumi, hingga bahan bakar nabati yang berasal dari tanaman.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, gejolak global yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi pengingat bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi. Menurutnya, ketersediaan sumber energi alternatif dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk menghadapi situasi tersebut.

"Batu bara kita masih banyak, geotermal kita banyak terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodisel kita nanti kita akan sangat membantu kita. kita sudah mencapai B50 dan kita akan berjuang untuk etanol E50," terang Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Baca Juga: Prabowo: Sekarang Kita Lihat Kondisi Prancis, Italia, Demokrasi Barat yang Ajarkan HAM Kita

Prabowo mengatakan, pemerintah saat ini juga tengah mendorong penerapan campuran etanol sebesar 10% ke dalam bahan bakar minyak atau E10. Program tersebut menjadi salah satu tahapan untuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati di Indonesia.

Ia menyampaikan, pemerintah menargetkan peningkatan kadar campuran etanol secara bertahap hingga mencapai E50. Sementara itu, penggunaan biodiesel B50 juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pemenuhan kebutuhan energi dari dalam negeri.

"Mungkin 2 tahun lagi E20 dan 2 tahun setelah itu mencapai E50, saat kita E50 dan B50. Kita tidak perlu impor BBM lagi dari luar," jelas Prabowo.

Melalui pengembangan biodiesel dan etanol, Prabowo berharap Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor BBM sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya domestik. Pemerintah menargetkan pemanfaatan energi berbasis tanaman dapat menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasar minyak dunia.

x|close