Uji Coba MBG Prasmanan Digelar di 66 SPPG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 10:55
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan setelah rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026) Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan setelah rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah melaksanakan uji coba layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan sistem prasmanan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 10 provinsi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyajian makanan sekaligus mengevaluasi efektivitas operasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers seusai rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10), menjelaskan bahwa langkah uji coba ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden serta mengacu pada praktik terbaik yang diterapkan di negara lain.

Menurut Zulkifli, uji coba sistem prasmanan tersebut dirancang untuk mengatasi berbagai kendala distribusi makanan konvensional, seperti durasi pengiriman yang terlalu lama serta penurunan suhu makanan saat tiba di tangan penerima manfaat yang dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas serta keamanan pangan.

Di samping itu, metode penyajian secara prasmanan diyakini mampu menekan angka sisa makanan karena para siswa diberikan keleluasaan untuk mengambil porsi tambahan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
 

"Bahkan ada beberapa yang masih lapar, dia bisa tambah lagi, jadi makanan tidak ada tersisa ya," kata Zulkifli.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa hasil evaluasi selama sepekan uji coba menunjukkan tingkat konsumsi makanan yang jauh lebih baik, di mana sajian yang diterima oleh para siswa terasa lebih segar dan hangat.

“Antusiasme siswanya juga lebih senang karena selain porsi yang dia dapat, kalau masih ada sisa masih bisa nambah,” ujar Sudaryono.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini masih mengkaji secara mendalam terkait aspek kebutuhan biaya serta kesiapan tenaga kerja apabila model penyajian ini nantinya akan diterapkan secara permanen. Evaluasi komprehensif ini dilakukan untuk menghitung potensi efisiensi anggaran maupun kemungkinan adanya penambahan biaya operasional jika dibandingkan dengan sistem distribusi konvensional yang berlaku sebelumnya.

“Dari sisi operasional itu yang sedang kita hitung lagi, sedang kita kaji kira-kira bisa kurang berapa atau jangan-jangan lebih berapa,” jelasnya.
 

Sudaryono menambahkan, uji coba di lapangan juga dimanfaatkan untuk memetakan berbagai kendala teknis, termasuk mengukur kebutuhan tenaga tambahan serta tingkat kesiapan masing-masing pihak sekolah. Menurutnya, pihak sekolah memerlukan edukasi dan pendampingan yang intensif agar pelaksanaan layanan prasmanan dapat berlangsung secara tertib, dengan penyesuaian pendekatan berdasarkan kelompok usia siswa mengingat kebutuhan anak-anak sekolah dasar kelas awal tentu berbeda dengan siswa di jenjang kelas yang lebih tinggi.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close