Wamenhan Richard Tampubolon Tekankan Kemandirian Industri Pertahanan dan Penguasaan Teknologi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 19:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) I Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) I Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) I Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon menegaskan pentingnya memperkuat industri pertahanan nasional agar Indonesia mampu berdiri mandiri dan tidak bergantung pada negara lain. Penguatan tersebut juga diperlukan untuk menghadapi perkembangan peperangan modern yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pesawat tanpa awak (drone).

Richard menyampaikan hal itu setelah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menjelaskan, tugasnya sebagai Wamenhan I berkaitan dengan strategi, doktrin, serta pengembangan kekuatan pertahanan Indonesia.

"Intinya (tugas) kalau di Wamenhan I itu, bagaimana strategi, doktrin, dan pengembangan kekuatan pertahanan," kata Richard usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Penguatan pertahanan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diarahkan untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Dengan demikian, industri lokal diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan II Marsekal TNI Yusuf Jauhari menyoroti pentingnya pengelolaan rantai pasok dan ketersediaan alutsista. Menurutnya, diversifikasi pasokan serta keterlibatan industri pertahanan domestik diperlukan untuk menjaga ketahanan nasional dalam jangka panjang.

Baca Juga: Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Besok Bisa Jadi Halal

"Dengan memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada, tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud. Sehingga tidak hanya sebagai kekuatan militer saja, tetapi juga kekuatan yang menopang seluruh kelangsungan bangsa ini," kata Yusuf.

Yusuf menambahkan, dirinya siap mengawal penguatan industri dan logistik pertahanan agar pemenuhan kebutuhan alutsista TNI semakin mandiri. Upaya tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesiapan pertahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

Menurutnya, perkembangan teknologi seperti drone dan AI telah mengubah pola peperangan modern. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemampuan pertahanan agar dapat mempertahankan kedaulatan secara efektif dan berkelanjutan.

"Saya kira sekarang di era drone, AI, kemudian perang dengan cara lebih murah, supaya kita lebih kuat, lebih panjang begitu proses mempertahankan diri dan mempertahankan kedaulatan," ujar Yusuf.

Penguatan industri pertahanan dalam negeri diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan militer, tetapi juga memperkuat kemandirian nasional. Penguasaan teknologi dan dukungan industri lokal menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertahanan yang tangguh di tengah perubahan karakter peperangan modern.

x|close