Ntvnews.id, Jakarta - Polisi menemukan gas etilen 52 kilogram (kg) di lokasi ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Menurut polisi, gas itu digunakan pedagang untuk proses pematangan buah mentah.
"Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen, ya. Tabung etilen 52 kilo yang yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah, mematangkan buah," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, titik ledakan berasal dari gudang penyimpanan buah. Susatyo memastikan ledakan yang terjadi hingga menelan korban jiwa itu bukan dari bom.
"Kemudian, TKP ini adalah gudang penyimpanan buah. Gudang penyimpanan buah dan hasil olah TKP dengan Jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ya, ini bukan bom," kata dia.
Sementara, menurut pedagang sekitar lokasi, sumber ledakan berasal dari ruko yang dijadikan gudang penyimpanan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Itu kayaknya tempat penyimpanan atau gudang bahan MBG," ujar Sunarni, penjual arang di Pasar Cimanggis kepada NTVNews.id, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ini ia ketahui, lantaran Sunarni kerap melihat berbagai bahan makanan diturunkan dan disimpan di ruko tersebut.
"Saya sering lihat pas nurunin bahan-bahannya. Macam-macam, ada ayam, pokoknya bahan makanan," tuturnya.
Beredar informasi di antara pedagang maupun warga sekitar, bahwa yang menjadi sumber ledakan ialah lemari pendingin yang merupakan tempat penyimpanan bahan makanan, yang menggunakan gas nitrogen. Sunarni sendiri mengaku belum bisa memastikan.
"Saya belum pernah masuk ke dalam soalnya," ucapnya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026 petang. Dua orang tewas akibat ledakan, belasan luka-luka dan sejumlah kerusakan terjadi akibat ledakan.
Petugas Labfor Bareskrim Polri mendatangi lokasi ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat. (NTVNews.id)