DPR Minta Water Bombing Ditambah untuk Padamkan Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 13:17
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Satgas Karhutla Satbrimob Polda Kalteng Terus Lakukan Pembasahan di Tanjung Taruna Satgas Karhutla Satbrimob Polda Kalteng Terus Lakukan Pembasahan di Tanjung Taruna (Humas Polri)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah menambah upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan water bombing. Hal ini dinyatakan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Andina Thresia Narang.

Ia mendorong agar upaya operasi water bombing dimaksimalkan untuk memadamkan karhutla di lokasi yang sulit dijangkau jalur darat.

"Untuk mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, kami berharap dukungan operasi water bombing dapat dioptimalkan sesuai kondisi lapangan," ujar Andina, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia mengatakan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan.

"Sembari memastikan upaya pemadaman berjalan maksimal dan dampak karhutla dapat segera dikendalikan," kata dia.

Ia berharap seluruh kementerian dan lembaga dapat memberikan perhatian dan bantuan langsung bagi warga terdampak karhutla. Pemerintah diminta melindungi kesehatan masyarakat, memastikan ketersediaan masker yang sesuai, layanan pemeriksaan kesehatan hingga obat-obatan.

"Serta ruang aman dari asap bagi warga yang membutuhkan, khususnya anak-anak, balita, dan lansia," tuturnya.

Andina juga menekankan, dampak ekonomi masyarakat di tengah karhutla juga perlu diperhatikan.

"Termasuk membantu warga yang kehilangan pendapatan akibat terganggunya aktivitas dan mobilitas," kata dia.

Karena, kondisi asap karhutla di Kalimantan Tengah saat ini tebal dan masih terdapat banyak titik api yang sulit dijangkau oleh relawan pemadam. Atas itu, situasi karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga kesehatan dan perekonomian masyarakat.

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius seluruh kementerian dan lembaga agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu, baik melalui pemadaman maupun perlindungan langsung bagi masyarakat terdampak," tandas Andina.

x|close