Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan perempuan berinisial KDA (19). Korban ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar indekos di Jalan Asem Nirbaya, RT 017/RW 002, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi membenarkan penangkapan kedua pria tersebut saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.
"Dua pelaku laki-laki pembunuhan perempuan sudah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Kedua pria yang diamankan masing-masing berinisial KDO (22) dan ATW (27). Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, yakni di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.
Meski penangkapan telah dilakukan, Made belum mengungkapkan secara terperinci dugaan peran masing-masing pria dalam perkara tersebut. Penanganan dan penyelidikan kasus ini berada di bawah kewenangan Polda Metro Jaya.
"Perannya tidak ada informasi. Soalnya yang lidik Polda Metro Jaya," ucap Made.
Selain mengamankan kedua terduga pelaku, penyidik turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Barang bukti yang dibawa untuk kepentingan penyidikan antara lain tali rafia berwarna biru, kaus hitam, dan celana hitam.
Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran di Kramat
Polisi masih mendalami perkara itu untuk mengungkap rangkaian kejadian, dugaan tindak pidana yang terjadi, serta keterlibatan masing-masing pihak yang telah diamankan.
Sebelumnya, KDA ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di kamar mandi indekos tersebut. Saat ditemukan, kaki dan tangan korban terikat tali rafia, terdapat memar di sisi kiri wajah, sedangkan bagian lehernya terikat menggunakan kaus hitam.
Terungkapnya kasus ini bermula ketika pengelola indekos bernama Sundiyah hendak memeriksa kamar yang sebelumnya akan disewa seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Daniel. Pria tersebut diketahui datang pada Selasa 6 Oktober sekitar pukul 12.00 WIB untuk menyampaikan keinginannya menyewa kamar.
Ilustrasi - Tangan pelaku kriminal di borgol. ((Antara) )
"Daniel mengaku bekerja di steam depan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Daniel menjelaskan akan membayar kos pada Selasa (6/10) pukul 17.00 WIB sekaligus akan menyerahkan fotokopi KTP," jelas Made.
Setelah menerima penjelasan tersebut, Sundiyah memberikan kunci kamar kepada pria itu. Namun, hingga Kamis 8 Oktober, Daniel tidak kunjung datang untuk membayar biaya sewa maupun menyerahkan salinan kartu tanda penduduk (KTP) sebagaimana yang dijanjikan.
Situasi tersebut membuat Sundiyah berinisiatif memeriksa kamar yang sebelumnya hendak disewa pria tersebut. Sebelum melakukan pengecekan, ia mendapat informasi dari penghuni kamar di sebelahnya mengenai bau menyengat yang diduga berasal dari kamar itu.
Sundiyah kemudian meneruskan informasi tersebut kepada penghuni indekos lainnya bernama Noval. Setelah mendengar laporan itu, Noval menyarankan agar pemeriksaan dilakukan dengan didampingi orang lain atau ketua RT setempat.
Baca Juga: Wali Kota di Prancis Viral Lindungi Pelajar dari Polisi dalam Aksi Demonstrasi: Mereka Anak Saya
Sundiyah lalu menghubungi Sukardi selaku ketua RT untuk memberitahukan kondisi kamar yang menimbulkan bau tidak sedap tersebut.
Ketika pintu kamar akhirnya dibuka, bau menyengat tercium dari dalam ruangan. Di lokasi itu, mereka menemukan jasad seorang perempuan tergeletak di kamar mandi dengan kondisi kaki dan tangan terikat.
Mengetahui temuan tersebut, ketua RT bersama Bhabinkamtibmas segera menghubungi Polsek Makasar agar petugas kepolisian dapat melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi lengkap serta mengungkap peran kedua pria yang telah diamankan.
(Sumber: ANTARA)
Garis Polisi tangkap pelaku pembunuhan