Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengungkapkan jadwal rapat pleno lembaga tersebut akan digelar secara rutin setiap tanggal 8 setiap bulan.
Hal itu disampaikan Bamsoet setelah mengikuti rapat pleno perdana Wantimpres di Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta Pusat, Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam rapat tersebut, para anggota membahas mekanisme kerja Wantimpres dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden.
"Kita baru penjelasan tentang tata kerja, tata kelola, arus informasi, penyerapan aspirasi maupun penyampaian pertimbangan kepada Presiden termasuk mekanismenya," kata Bamsoet kepada wartawan.
Bamsoet mengatakan pembahasan juga mencakup tata cara penyampaian pertimbangan kepada Presiden, termasuk kondisi yang menjadi dasar bagi Wantimpres untuk memberikan masukan.
"Terus formatnya, dan dalam keadaan apa kita harus berikan pertimbangan," ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa rapat pleno Wantimpres telah disepakati berlangsung secara rutin setiap tanggal 8. Namun, pertemuan tambahan tetap dapat dilakukan apabila terdapat situasi mendesak yang membutuhkan pembahasan segera.
Baca Juga: Wantimpres Rapat Perdana, Bahas Rencana Pembentukan 6 Bidang Kerja
"Ya, keputusannya kita pertemuannya setiap tanggal 8, setiap bulannya, di luar situasi dan kondisi yang mendesar. Dirutinin tiap tanggal 8," ujarnya.
Rapat pleno perdana tersebut diikuti 23 anggota Wantimpres. Selain membahas mekanisme kerja, forum itu juga membicarakan rencana pembentukan task force untuk menangani isu-isu tertentu.
Ketua Wantimpres Pratikno menilai keberagaman latar belakang dan pengalaman para anggota menjadi modal penting dalam menjalankan tugas memberikan saran serta pertimbangan kepada Presiden.
"Jadi kami tadi luar biasa karena anggota Wantimpres ini para apa ya, tokoh-tokoh nasional yang sudah punya pengalaman panjang dengan variasi pengalaman masing-masing, background masing-masing," ujarnya.
Menurut Pratikno, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan Wantimpres untuk menghasilkan masukan yang lebih beragam bagi Presiden.
"Ini adalah menjadi kekayaan yang luar biasa untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden. Oleh karena itu pleno ini bagaimana kita membuatnya menjadi lebih efektif," lanjut Pratikno.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo atau Bamsoet (NTVnews)