Ntvnews.id, Jakarta - Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Gunung api tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi pada Senin malam (5/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @infogempadunia, erupsi pertama terjadi pada pukul 20.13 WIB. Selang 15 menit kemudian, erupsi kembali terjadi pada pukul 20.28 WIB.
Kondisi cuaca dan gelapnya malam membuat visual letusan tidak teramati. Akibatnya, tinggi kolom erupsi dari kedua kejadian tersebut belum dapat diketahui secara pasti.
Meski tidak terlihat secara visual, aktivitas kedua erupsi terekam melalui seismograf. Erupsi pertama pada pukul 20.13 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi selama 6 menit 29 detik.
Sementara erupsi kedua pada pukul 20.28 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 33 milimeter dengan durasi sekitar 61 detik.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau ini menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Selat Sunda.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Cek Fakta: Video Lima Jurnalis Hilang Saat Liputan Anak Krakatau Ditemukan
Informasi pemberitaan tersebut diunggah akun bantennews.
Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau (Antara)