Prabowo Ungkap Alasan Kerap Menang Tenis Saat Jadi Komandan, Tapi Kalah Usai Pensiun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 18:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Lakuka Pelepasan Kontingen Indonesia untuk ASIAN Games 2026 Prabowo Lakuka Pelepasan Kontingen Indonesia untuk ASIAN Games 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membagikan kisah unik dari masa setelah dirinya pensiun dari dunia militer. Prabowo bercerita mengenai pengalamannya bermain tenis yang ternyata berubah drastis setelah tidak lagi menjabat sebagai komandan.

Cerita tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Prabowo mengungkapkan bahwa ketika masih menjadi komandan, dirinya hampir selalu memenangkan pertandingan tenis. Kondisi tersebut membuatnya sempat merasa memiliki kemampuan yang cukup hebat dalam olahraga tersebut.

Namun, situasinya berubah setelah Prabowo memasuki masa pensiun. Ia mengaku justru mengalami kekalahan secara berturut-turut ketika kembali bermain tenis bersama rekan-rekannya.

"Tapi waktu saya jadi komandan, habis itu bener, kalau tenis saya menang terus. Saya menang terus waktu tenis waktu itu. Begitu saya pensiun, kaget saya. Saya kalah terus. Rupanya ini kalau di tentara itu anak buah nggak berani ngalahin komandan itu," kenang Prabowo.

Pengalaman tersebut membuat Prabowo menyadari bahwa kemenangan yang diraihnya ketika masih menjadi komandan kemungkinan tidak sepenuhnya karena kemampuan bermain tenis. Ia kemudian menceritakan bagaimana dirinya justru mendapat kekalahan telak ketika bermain bersama teman-temannya setelah pensiun.

Baca Juga: Pengamat Minta Kejaksaan Usut Tuntas Dugaan Manipulasi Pajak PT Toba Pulp Lestari

"Saya merasa diri hebat waktu itu, tiap main sebagai waktu saya komandan itu menang terus. Begitu pensiun kalah terus. Habis itu teman-teman saya kan yang istilahnya pangkat ketinggalan, di situ saya diundang terus reuni main tenis saya dihabisin terus. Main tenis dapat 6-1, 6-1, 6-0, 6-1. Biar ini ya... tapi intinya kita semangat," terangnya.

Prabowo kemudian menghubungkan kisah tersebut dengan pentingnya memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi. Menurutnya, kerja keras dan pencapaian seseorang patut diapresiasi, termasuk prestasi para atlet yang membawa nama Indonesia dalam kompetisi internasional.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan besaran bonus yang disiapkan pemerintah bagi atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games 2026.

Ia mengatakan sebelumnya telah menerima laporan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengenai bonus untuk peraih emas SEA Games. Namun, bonus yang diberikan bagi peraih medali emas Asian Games akan lebih besar.

"Dan saya nggak lupa, saya diberi laporan oleh Pak Erick, Pak untuk SEA Games medali emas dapat 1 miliar ya. Tapi ini Asian Games, medali emas 3 miliar," kata dia.

Selain berbicara mengenai bonus, Prabowo turut menyoroti kebiasaan yang pernah ditemuinya di lingkungan militer dalam memberikan penilaian terhadap seseorang. Ia mengatakan kesalahan seseorang terkadang lebih mudah diingat dibandingkan kontribusi positif yang telah diberikan.

"Kalau orang Indonesia kan ada pepatah, saya nggak tahu sekarang tapi dulu di tentara, kalau kita berbuat baik komandan suka lupa, kalau kita berbuat kesalahan komandan nggak lupa-lupa. Jadi kalau kesalahan diingat kalau kebaikan suka dilupa. Ini kita rubah, ya kan? Kita yang kebaikan kita hargai," ucap dia.

Prabowo menegaskan pentingnya mengubah kebiasaan tersebut dengan memberikan penghargaan terhadap kebaikan dan prestasi. Menurutnya, apresiasi menjadi bagian penting untuk menjaga semangat seseorang dalam memberikan kemampuan terbaiknya.

x|close