Viral 522 Pelajar Sidoarjo Terpapar HIV, Dinkes Bilang Begini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 10:29
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Penularan HIV Penularan HIV (freepik.com )

Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo meluruskan informasi yang viral di media sosial terkait jumlah pelajar yang terpapar HIV/AIDS di wilayahnya. Dinkes menegaskan klaim yang menyebut terdapat 522 pelajar di Sidoarjo mengidap HIV/AIDS tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina menjelaskan, berdasarkan data kumulatif sejak 2001 hingga 2026, jumlah kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun tercatat sebanyak 60 kasus.

"Dari 60 kasus itu, sebanyak 7 anak telah meninggal. Sehingga saat ini terdapat 53 anak usia pelajar yang masih teridentifikasi hidup dengan HIV," kata Lakhsmie kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Menurut Lakhsmie, angka 53 tersebut merupakan akumulasi kasus selama 25 tahun, bukan jumlah kasus baru dalam satu tahun sebagaimana dipersepsikan dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Selain kelompok usia 11-17 tahun, Dinkes juga mencatat terdapat 117 kasus HIV pada anak usia 0-10 tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 anak meninggal dunia, sementara 50 lainnya berstatus lost to follow up atau tidak lagi terpantau, baik karena pindah domisili maupun alasan lainnya.

"Dengan demikian, saat ini ada 32 balita dan anak yang masih teridentifikasi menjalani pengobatan. Seluruhnya rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV)," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo: Pemerintah Tidak Anti-Kritik, tetapi Bukan Fitnah

Lakhsmie menerangkan, mayoritas kasus HIV pada anak usia dini terjadi akibat penularan dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, maupun menyusui. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Sementara itu, Direktur Program Yayasan Delta Crisis Center (DCC) Ferry Efendi menjelaskan adanya perbedaan data antara lembaganya dengan Dinkes Sidoarjo. Menurutnya, perbedaan tersebut terjadi karena cakupan pencatatan yang dilakukan masing-masing lembaga tidak sama.

Hingga 21 Juli 2026, DCC mendampingi sebanyak 5.107 orang dengan HIV/AIDS. Ferry menegaskan angka tersebut bukan mencerminkan seluruh kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo, melainkan hanya pasien yang berada dalam jaringan pendampingan DCC.

"Data kami berbeda dengan Dinkes karena kami hanya mencatat orang yang mendapatkan pendampingan. Sedangkan Dinkes mencatat seluruh kasus yang terkonfirmasi di fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, data kumulatif yang dimiliki Dinkes mencapai sekitar 7.182 kasus karena menghimpun seluruh temuan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: VIDEO: Ojol Kritis dan Terkapar di Jalan Raya Cilebut Usai Kecelakaan

Ferry juga menjelaskan bahwa data pendidikan maupun pekerjaan pasien hanya dicatat saat pertama kali melakukan pendaftaran dan tidak diperbarui secara berkala.

"Yang rutin diperbarui adalah usia pasien, regimen obat ARV, dan lokasi fasilitas kesehatan tempat berobat. Itu yang paling penting untuk menjamin kesinambungan layanan dan keselamatan pasien," jelasnya.

Berdasarkan data DCC, kelompok usia terbanyak yang mendapatkan pendampingan berada pada rentang usia produktif 26-42 tahun. Sementara pada kelompok anak usia sekolah dasar hingga menengah, mayoritas kasus HIV berasal dari penularan ibu ke anak saat kelahiran.

Adapun kasus HIV pada pelajar tingkat akhir dan mahasiswa, menurut Ferry, lebih banyak berkaitan dengan faktor risiko perilaku sehingga diperlukan edukasi dan upaya pencegahan yang lebih masif.

"Kami berharap penanganan HIV tidak hanya fokus pada pengobatan medis, tetapi juga dukungan psikososial, menghilangkan stigma, dan memastikan anak-anak yang hidup dengan HIV tetap mendapatkan hak pendidikan yang sama," pungkasnya.

x|close