Tiba di Istana, Sudaryono Tegaskan Tak Rangkap Jabatan Kepala BGN-Wamentan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 15:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Sudaryono memastikan dirinya tidak lagi menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Badan Gizi Nasional (BGN).

Saat ditanya mengenai status jabatannya di Kementerian Pertanian usai dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono menegaskan posisi Wamentan saat ini telah ditinggalkannya.

"Kalau kita dengarkan pernyataan Pak Mensesneg tadi siang bahwa posisi Wamentan saat ini saya tinggalkan, artinya kosong. Jadi bukan kemudian saya merangkap jabatan ya, saya kira ini perlu untuk digarisbawahi," jelasnya.

Ia menambahkan penunjukan pengganti Wamentan sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

"Kemudian gantinya siapa dan lain-lain, tentu saja ini hak prerogatif dari Pak Presiden, gitu," imbuhnya.

Sudaryono juga menyatakan pihaknya akan membuka ruang koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Nanik S Deyang yang kini bergabung dalam Dewan Pengawas BGN.

"Kami lebih... lagi fokus dulu, kita fokus pelantikan ya. Fokus pelantikan, kemudian fokus koordinasi yang ada. Intinya kami siap untuk koordinasi dengan siapa pun," katanya.

Baca Juga: Wihaji Dorong TPK Jadi Penggerak Edukasi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita

Ia memastikan pergantian kepemimpinan di BGN tidak akan mengganggu sinergi dengan Kementerian Pertanian yang selama ini telah terjalin dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya kira tidak transisi ya, karena memang kami di Kementan kan memang kami sejak awal bahkan sejak kepalanya Pak Dadan dulu ya, dengan pengurus yang lama sekali pun kan kita koordinasi. Karena memang," paparnya.

Sudaryono menilai program MBG menjadi penggerak permintaan komoditas pangan nasional sehingga berdampak positif bagi sektor pertanian dan peternakan.

"Saya selalu mengatakan bahwa MBG (Makan Bergizi Gratis) ini kan seperti apa ya... Pac-Man ya, dia, dia emerging market ya. Dia punya satu besaran konsumsi yang cukup besar. Nah, tentu saja dan kita sudah antisipasi kan. Salah satunya kan misalnya di Kementan—ini cerita Kementan dulu ya—itu misalnya kita respon dengan bagaimana defisit telur, ayam ya... kemudian itu di daerah-daerah di luar Jawa khususnya kemudian direspon dengan rencana investasi Dana Nusantara yang Kementan ikut terlibat di situ, di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jadi, saya kira Kementan dan terus... kita termasuk saya kira Kementan dan petani ini orang yang happy ya, karena dulu kita sering lihat ada mandi susu lah, ada orang buang-buang wortel, buang-buang apa. Nah, saat ini kan sampai sejauh ini alhamdulillah kan itu tidak terjadi," paparnya.

Menurutnya, setiap persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah harus segera diselesaikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

"Kalau memang ada satu-dua permasalahan, kita bereskan lah. Saya kira fokusnya adalah kita selesaikan persoalan. Karena memang tugas pemerintah adalah mencari persoalan, kemudian kita mencari jawabannya, mencari solusinya, yang kemudian solusinya itu bisa berdampak baik untuk seluruh masyarakat, bangsa, dan negara kita," pungkasnya.

x|close