Harta Donald Trump Melonjak Rp75 Triliun Sejak Kembali Jadi Presiden AS, Kini Tembus Rp116,68 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 16:23
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kekayaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalami lonjakan tajam sejak kembali menduduki Gedung Putih. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, nilai kekayaannya bertambah sekitar US$4,2 miliar atau setara Rp75,39 triliun, didorong terutama oleh kenaikan nilai aset kripto yang dimilikinya.

Berdasarkan laporan Forbes pada Rabu (1/7/2026), kekayaan bersih Trump hampir dua kali lipat pada tahun pertama masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS. Pada 2024, kekayaannya diperkirakan mencapai US$2,3 miliar atau sekitar Rp41,28 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi US$5,1 miliar atau sekitar Rp91,55 triliun pada 2025.

Kenaikan itu masih berlanjut. Hingga Maret 2026, kekayaan Trump ditaksir telah mencapai US$6,5 miliar atau sekitar Rp116,68 triliun. Dengan demikian, sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS, total kekayaannya bertambah sekitar US$4,2 miliar atau setara Rp75,39 triliun.

Sebagian besar peningkatan nilai kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan aset kripto yang terus mengalami kenaikan seiring berbagai kebijakan yang diambil pemerintahannya.

"Namun, dengan sisa masa jabatan kedua Trump yang masih panjang, jangan heran jika miliaran dolar lagi akan mengalir ke dirinya," tulis Forbes dalam laporannya.

Lonjakan kekayaan tersebut sekaligus mengukuhkan Trump sebagai presiden terkaya dalam sejarah Amerika Serikat. Nilai kekayaannya kini melampaui John F. Kennedy yang apabila disesuaikan dengan inflasi saat ini diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$1,2 miliar atau Rp21,54 triliun.

Baca Juga: HUT Bhayangkara, DPR Minta Polri Adil-Tak Pandang Bulu

Dari total kekayaan yang dimiliki saat ini, Trump tercatat memiliki sekitar US$2,1 miliar atau Rp37,69 triliun dalam bentuk uang tunai dan aset kripto. Nilai tersebut belum mencakup pemasukan dari berbagai lini bisnis maupun keuntungan yang diperoleh dari penjualan aset kripto.

Dalam laporan pengungkapan keuangan tahunan 2025 yang disampaikan kepada Kantor Etika Pemerintah AS pada Selasa (30/6), Trump juga melaporkan pendapatan lebih dari US$1,4 miliar atau sekitar Rp25,14 triliun yang berasal dari berbagai bisnis kripto milik keluarganya.

Salah satu sumber terbesar berasal dari World Liberty Financial, perusahaan aset digital yang didirikan bersama putra-putranya. Perusahaan tersebut menghasilkan hampir US$800 juta, yang terdiri atas lebih dari US$520 juta dari penjualan token kripto dan lebih dari US$250 juta dari penjualan saham perusahaan.

Selain itu, Trump juga memperoleh sekitar US$635 juta dari penjualan koin meme bertema dirinya atau Trump Meme Coin. Besarnya pemasukan dari bisnis kripto ini menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dibandingkan laporan keuangan tahun sebelumnya.

Baca Juga: ESDM Pastikan Seluruh Sektor Siap Terapkan Biodiesel B50

Di luar aset kripto, Trump masih memiliki berbagai aset bernilai tinggi. Kepemilikan sahamnya di perusahaan induk Trump Social ditaksir mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,54 triliun.

Sementara itu, kepemilikan klub golf dan resor yang tersebar di berbagai lokasi diperkirakan bernilai sekitar US$1,5 miliar atau Rp26,92 triliun.

Trump juga memiliki portofolio investasi di sektor properti dengan estimasi nilai mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,54 triliun. Portofolio tersebut mencakup berbagai gedung, rumah, hingga hotel.

Selain aset-aset utama tersebut, Presiden AS itu masih mempunyai aset lain yang nilainya diperkirakan mencapai US$551 juta atau sekitar Rp9,89 triliun. Aset tersebut meliputi pesawat pribadi serta pinjaman yang diberikan kepada ketiga anaknya dengan bunga sekitar US$50.000 atau Rp897,6 juta per tahun.

x|close