Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif yang cukup besar terhadap perekonomian di daerah, terutama melalui terbukanya berbagai peluang kerja di sejumlah wilayah. Meski demikian, Luhut mengaku belum mengingat secara detail angka kontribusi ekonomi yang dihasilkan program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Saya ndak [tidak tahu] angkanya persis, tapi kontribusinya cukup signifikan. Karena lapangan kerja yang terbentuk cukup besar. Nanti akan bikin rilis tertulis mengenai hasilnya itu. Saya tahu, ada kok,” ujar Luhut kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Merdeka, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Luhut, DEN saat ini tengah menyusun kajian sekaligus publikasi resmi yang akan memaparkan secara rinci dampak ekonomi dari pelaksanaan program MBG. Kajian tersebut akan berisi data dan hasil analisis yang lebih lengkap mengenai pengaruh program terhadap perekonomian nasional maupun daerah.
Pernyataan itu disampaikan Luhut saat menjawab pertanyaan terkait besarnya kontribusi MBG terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menanggapi hasil kajian yang disebut berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut kontribusi program MBG berada di bawah 5 persen.
Baca Juga: Wamenlu: Kehadiran Prabowo di KTT ASEAN-Rusia Masih Dikoordinasikan
Meski tidak memberikan tanggapan secara spesifik mengenai angka tersebut, Luhut menegaskan bahwa DEN berkomitmen menjaga integritas data dan tidak akan menyampaikan informasi yang tidak memiliki dasar yang kuat.
"Saya angkanya persis saya enggak tahu, tapi kami cukup puas kok. Kita tidak akan bermain-main dengan angka. Saya sangat garisbawahi Dewan Ekonomi Nasional tidak akan bermain-main dengan data,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh data yang nantinya dipublikasikan oleh DEN akan melalui proses pengkajian yang cermat sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun kebijakan. Karena itu, masyarakat diminta menunggu laporan resmi yang tengah dipersiapkan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak ekonomi dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di Istana Merdeka (Setpres)