Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang diajukan oleh tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal dengan nama Mama Sinta.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung dengan memeriksa sejumlah pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Baca Juga: Keanu Angelo Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Bantah Terima Uang dari Hanania Group
"Hingga saat ini, proses penyelidikan terus berjalan dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang diduga kuat berkaitan dengan perkara tersebut," kata Iman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa penyidik juga melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan isi laporan serta keterlibatan dalam produksi film yang turut menampilkan pelapor.
"Begitupun juga terhadap pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan film di mana Mama Sinta terdapat di dalamnya," ucapnya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Terima 687 Aduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa dalam prosedur penanganan laporan, pihak kepolisian akan terlebih dahulu meminta keterangan dari pelapor untuk memperjelas duduk perkara.
"Yang pasti, yang melaporkan itu akan diminta keterangan lebih dulu, termasuk nanti akan verifikasi terkait tentang dokumen ataupun barang bukti yang dilaporkan," katanya.
Selain itu, kepolisian juga masih mendalami dugaan tindak pidana penipuan serta pengambilan data pribadi secara ilegal yang dilaporkan. Dalam laporan tersebut, terdapat dua orang yang dilaporkan, masing-masing berinisial JTW dan DDL, yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
(Sumber: Antara)
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin (tengah) bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (kedua dari kanan) saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Ilham Kausar (Antara)