Kebakaran Kemayoran Hanguskan Permukiman, 620 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 14:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pemadaman api di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/kye. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pemadaman api di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/kye. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin, 1 Juni 2026 malam mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mencatat sedikitnya 620 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin menjelaskan bahwa para korban berasal dari sejumlah rukun tetangga (RT) yang berada di dua wilayah rukun warga (RW) berbeda. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 500 jiwa berasal dari RT 12 hingga RT 16 di RW 4, sementara 120 jiwa lainnya merupakan warga RT 01 hingga RT 03 di RW 5 Kelurahan Kebon Kosong.

"Terdapat kurang lebih 620 jiwa yang kehilangan tempat tinggal," kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Selain menyebabkan ratusan warga terdampak, kebakaran tersebut juga mengakibatkan sekitar 330 kepala keluarga (KK) kehilangan hunian mereka. Petugas pemadam kebakaran menghadapi sejumlah kendala saat berupaya mengendalikan kobaran api, terutama karena banyak warga yang memadati lokasi kejadian untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Baca Juga: 6 Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran Dilarikan ke RS Hermina Akibat Sesak Napas

Syarifudin mengungkapkan bahwa akses menuju lokasi kebakaran yang sempit turut memperlambat proses penanganan. Kondisi semakin sulit karena sebagian warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka saat api masih berkobar.

"Tidak hanya itu sebagian penghuni juga berhamburan untuk menyelamatkan harta bendanya masing-masing," ujarnya.

Meski menghadapi berbagai hambatan, petugas terus melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran dan 175 personel diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area permukiman lainnya.

Baca Juga: Kebakaran Landa Ruko Dekat GDC Depok

Menurut Syarifudin, laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.00 WIB. Operasi pemadaman mulai dilakukan pada pukul 21.05 WIB dan api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah proses pendinginan dan penyisiran selesai dilakukan, operasi pemadaman dinyatakan berakhir pada dini hari.

"Kami mendapatkan informasi pada pukul 21.00 WIB dan petugas bisa lokalisir pada jam 23.30 WIB. Sedangkan operasi pemadaman selesai pukul 04.15 WIB," katanya.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. Sementara itu, warga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara mengandalkan bantuan dan penanganan darurat dari pemerintah daerah serta instansi terkait.

(Sumber: Antara)

x|close