Ntvnews.id
“Pemerintah tidak tutup mata atas insiden yang terjadi. Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2026 menjadi Rp268 triliun, ini bentuk evaluasi dari implementasi MBG. Dari target 80 juta penerima manfaat, sekarang per Mei 2026 sudah 62 juta, sepertinya tidak lama lagi target 80 juta tercapai," kata Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Berdasarkan laporan progres kinerja BGN per 22 Mei 2026, alokasi anggaran khusus MBG mencapai Rp248,28 triliun atau sekitar 93 persen dari total pagu anggaran. Dana tersebut diprioritaskan untuk operasional program MBG, dengan realisasi penyerapan hingga 22 Mei 2026 mencapai Rp83,02 triliun atau sekitar 33,43 persen. Sementara sisanya digunakan untuk belanja pegawai, operasional non-MBG, serta program pendukung pemenuhan gizi nasional dan tata kelola sistem strategis.
Baca Juga: BGN Buka Akses Publik Dasbor “Reviu Menu MBG” Mulai Juni 2026
Dalam pelaksanaannya, BGN mencatat sebanyak 29.225 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah beroperasi di 38 provinsi atau mencapai 102 persen dari target awal 28.562 unit. Selain itu, sebanyak 14.355 SPPG tambahan tengah dalam proses pengajuan, khususnya untuk memperluas layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kehadiran ribuan SPPG tersebut diperkirakan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah hingga Rp78,9 triliun.
Secara nasional, Program MBG telah menjangkau 62.454.064 penerima manfaat atau sekitar 66,9 persen dari total data induk sebanyak 86,9 juta jiwa. Rinciannya meliputi 48.350.393 peserta didik, 6.303.775 balita, 2.066.533 ibu menyusui, 868.259 ibu hamil, serta 644.664 santri. Pemerintah juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas layanan program tersebut.
Baca Juga: BGN Tegaskan Pendaftaran Mitra SPPG Hanya Lewat Portal Resmi, Waspadai Modus Penipuan Dapur MBG
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut pihaknya telah menangguhkan sementara 1.152 SPPG sebagai bentuk ketegasan terhadap pelanggaran standar pelayanan. Sejak awal 2025 hingga kini, total 4.581 SPPG juga telah dihentikan sementara operasionalnya untuk menjalani evaluasi dan penyesuaian standar pelayanan.
“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Dadan.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Kemala Bhayangkari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). Kementerian Keuangan hingga 9 Maret 2026 telah menggelontorkan anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG sebesar Rp44 triliun atau setara 13,1 persen dari total alokasi anggaran APBN sebesar Rp335 triliun. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wsj/pri. (Antara)