Ntvnews.id, Jakarta - Viral di media sosial, isu teror “pocong” di wilayah Tangerang disebut-sebut bukan sekadar cerita mistis, melainkan diduga menjadi modus kejahatan untuk menakuti warga. Menanggapi kabar tersebut, Kapolresta Tangerang Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Isu tersebut ramai beredar setelah muncul unggahan di media sosial yang menyebut adanya aksi teror pocong di wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Dalam narasi yang beredar, sosok menyerupai pocong itu diduga sengaja digunakan pelaku untuk menciptakan kepanikan warga.
Pelaku disebut menyamar menyerupai pocong agar penghuni rumah ketakutan dan membuka pintu. Setelah korban panik dan keluar rumah, pelaku diduga memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi kriminal seperti pencurian hingga perampokan.
Merespons kabar yang viral tersebut, Indra Waspada meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu yang belum dipastikan kebenarannya. Meski demikian, ia tetap mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap potensi tindak kejahatan.
Baca Juga: GoTo Dukung Penuh Aturan Baru Bagi Hasil Ojol, Komisi Aplikator Turun Jadi 8 Persen
"Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," kata Indra Waspada, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, aksi menyerupai teror itu diduga memang sengaja dilakukan untuk menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Kondisi lingkungan yang mencekam dinilai bisa dimanfaatkan pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya.
"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan," katanya.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, kepolisian memastikan patroli di lingkungan permukiman akan ditingkatkan, terutama pada malam hingga dini hari. Patroli tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perangkat lingkungan setempat.
Baca Juga: TAUD Minta Hakim Tolak Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Polisi Militer TNI
Selain patroli, masyarakat juga diminta kembali mengaktifkan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna menjaga keamanan wilayah masing-masing.
"Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ungkapnya.
Polisi juga mengimbau warga segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun hal-hal yang meresahkan di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan ke kantor polisi terdekat ataupun melalui layanan call center 110 yang beroperasi selama 24 jam.
Di sisi lain, polisi memastikan penyelidikan terkait viralnya dugaan teror pocong tersebut tetap dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi yang meresahkan warga itu.
"Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya," pungkasnya.
Ilustrasi pencurian (freepik) (freepik)