Rachel Vennya Diduga Kena Jotos Okin hingga Kelopak Mata Lebam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 08:39
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rachel Vennya Rachel Vennya (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Perseteruan yang semakin memanas terjadi antara mantan pasangan selebgram Rachel Vennya dengan Niko Al Hakim alias Okin. Perseteruan tersebut terjadi gegara Okin dituding berniat menjual rumah masa depan anak pertama mereka. 

Rumah mewah yang ada di kawasan Kemang tersebut, ternyata baru saja selesai direnovasi oleh Rachel untuk Xabiru di masa depan. Namun ternyata tak berselang lama ada pihak bank, yang datang ke rumahnya untuk mengukur dan meninjau untuk dilelang.

Mengetahui hal tersebut, selebgram yang kerap disapa Buna itu merasa kecewa dan kesal, sehingga siap menempuh jalur hukum terkait perselisihannya dengan Okin. Namun sebelum proses hukum terjadi, postingan exclusive Instagram Rachel Vennya yang tak kalah menarik perhatian netizen adalah dimana ia memperlihatkan bagian kelopak mata yang lebam, diduga jadi korban kekerasan.

Banyak yang menduga kalau itu adalah luka lebam karena baku hantam dengan Okin. 

"Bun emang iya dibogem?! Anj*r marah banget kalai iya," tanya netizen langsung mereplay salah satu postingan Rachel, 7 April 2026.

"Kepencet foto aja guys lagi ngaca pake eye patch. Beneran aman aja ini mah aku kan jago wushu," jawab Rachel Vennya.

Namun setelah foto tersebut beredar, banyak netizen yang mencurigai jika perselisihan yang terjadi antara Rachel dan Okin justru berujung kekerasan. Namun sayangnya tudingan tersebut tidak dibenarkan oleh Rachel Vennya mengingat keduanya dikenal sebagai mantan pasangan yang memiliki imej co-parenting yang bagus untuk kedua anak mereka.

Di sisi lain, Okin menjawab alasannya ingin menjual rumah tersebut guna mengakhiri perselisihan yang berlarut-larut di antara mereka. 

"Karena semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tersebut karena gue merasa banyak timbulnya perselisihan," kata Okin.

x|close