Pentingnya Pendidikan Sejak Dini Bagi Anak Autis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 16:53
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Komisioner Komnas Perlindungan Anak sekaligus Bunda Anak Autis Indonesia, Dr. Imaculata Umiyati, S.Pd., M.Si., menggelar seminar parenting gratis bertajuk "Mengenal Autisme dan Penanganannya" di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Minggu (4/10/2026). Komisioner Komnas Perlindungan Anak sekaligus Bunda Anak Autis Indonesia, Dr. Imaculata Umiyati, S.Pd., M.Si., menggelar seminar parenting gratis bertajuk "Mengenal Autisme dan Penanganannya" di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Minggu (4/10/2026). (DOK IMACULATA)

Ntvnews.id, Jakarta - Edukasi mengenai perkembangan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) menjadi perhatian dalam seminar parenting gratis bertajuk “Mengenal Autisme dan Penanganannya” yang digelar di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dr. Imaculata Umiyati, S.Pd., M.Si., Komisioner Komnas Perlindungan Anak sekaligus Bunda Anak Autis Indonesia. Seminar berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari orang tua, guru, serta remaja putri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cijeruk Moch. Sobar Masoer, S.I.P., M.Si., dan Kepala Desa Cipelang Kiki Sukiwan. Para peserta mengikuti pemaparan mengenai autisme dengan antusias hingga kegiatan berakhir.

Seminar ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Cijeruk, khususnya karena masih terdapat anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan dukungan, pemahaman, serta pendampingan dari keluarga dan lingkungan pendidikan.

Dalam pemaparannya, Bunda Ima menekankan pentingnya memahami karakteristik anak autis sekaligus mendorong kemampuan mereka untuk mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik. Orang tua dan tenaga pendidik dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Materi yang disampaikan juga memberikan pemahaman baru bagi para peserta. Salah seorang guru SD yang mengikuti seminar mengaku baru menyadari bahwa sejumlah siswanya memiliki karakteristik yang mengarah pada autisme setelah mengikuti penjelasan yang diberikan secara sistematis dan mudah dipahami.

Guru tersebut berharap dapat memperoleh pelatihan lanjutan, terutama mengenai cara menghadapi anak yang mengalami tantrum di lingkungan kelas.

Baca Juga: Kemendikdasmen Ungkap Fakta Baru: Penyetaraan Pendidikan Gibran Bukan dari Ijazah

Bahas Pendidikan Individual untuk Anak Autis

Seminar tersebut juga menarik perhatian tenaga pendidik dari luar wilayah Cijeruk. Seorang guru asal Bekasi hadir secara khusus untuk mempelajari penerapan Individualized Education Program (IEP) atau program pendidikan individual yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak.

Guru tersebut juga mengajukan permohonan pelatihan bagi tenaga pendidik di sekolahnya agar mereka memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu, peserta remaja putri mendapatkan materi tambahan mengenai pola hidup sehat dan kehati-hatian dalam memilih produk perawatan kulit (skincare), khususnya terkait potensi kandungan bahan kimia berbahaya.

Camat Cijeruk Moch. Sobar Masoer menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi Bunda Ima yang dinilai memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya terkait pemahaman dan penanganan anak berkebutuhan khusus.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian terhadap ABK, Bunda Ima turut memberikan plakat penghargaan kepada pihak Kecamatan Cijeruk dan Desa Cipelang.

Akan Dilanjutkan dengan Program Pendataan dan Pelatihan

Seminar tersebut tidak berhenti pada kegiatan edukasi satu hari. Kecamatan Cijeruk bersama Dr. Imaculata sepakat menjalin kerja sama berkelanjutan untuk memperkuat perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut.

Sejumlah program tindak lanjut yang direncanakan meliputi pendataan anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Cijeruk, pelatihan penanganan ABK bagi para ibu, serta edukasi dan motivasi bagi remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan persiapan masa depan.

Melalui program tersebut, diharapkan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengenali kebutuhan anak serta memberikan pendampingan yang tepat sejak dini.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Pendidikan dan Rehabilitasi Berbasis Teknologi bagi Pengguna Narkoba

x|close