Cara Ruben Onsu Obati Rindu pada Anak: Pilih Kunjungi Panti Asuhan hingga Temukan Ketenangan Lewat Tahajud

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 15:01
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ruben Onsu Ruben Onsu

Ntvnews.id, Jakarta - Perpisahan dan jarak dengan orang-orang tercinta sering kali meninggalkan ruang hampa yang menyesakkan. Hal inilah yang tengah dirasakan oleh Ruben Onsu. Di tengah kerinduan yang mendalam terhadap kedua putrinya, Thalia dan Thania Putri Onsu, Ruben memilih jalan yang menyentuh hati untuk meluapkan emosinya: berbagi kasih di panti asuhan.

Bagi Ruben, tak bisa bertemu dengan anak-anak secara leluasa bukanlah hal yang mudah. Namun, alih-alih membiarkan dirinya larut dalam amarah atau kesedihan yang berlebihan, ia memilih untuk mengobatinya dengan ke panti asuhan.

"Gue lari ke panti asuhan, saking rindunya sama mereka (Thalia dan Thania). Gue tidak mau memiliki rasa emosi yang berlebihan," ungkap Ruben Onsu di podcast Deddy Corbuzier, Rabu, 5 Agustus 2026.

Langkah ini diambilnya bukan tanpa alasan. Ruben mengaku bahwa berinteraksi dengan anak-anak di panti asuhan membantunya untuk lebih menghargai arti hidup dan mempertebal rasa syukur. 

"Pertama, gue ingin belajar mengajarkan diri gue selalu bersyukur karena sama Allah gue masih dikasih hidup. Gue sekarang bukan seperti dahulu yang emosian, tetapi lebih banyak memikirkan jangka panjang," jelasnya.

Perjalanan emosional Ruben Onsu ternyata beriringan dengan transformasi spiritualnya. Ruben mengungkapkan bahwa keputusannya untuk memeluk agama Islam (menjadi mualaf) telah menjadi tiang penyangga yang kokoh dalam menghadapi badai kehidupan, termasuk pasca-perceraiannya.

Ia meyakini bahwa setiap kesulitan yang ia hadapi adalah cara Sang Pencipta untuk mendewasakannya.

"Saat gue menjadi seorang Muslim, gue ingin ada tiang sanggah. Kalau gue tidak menurut keinginan Allah, lalu mau gimana?" tuturnya.

Ketenangan batin yang ia cari kini ia temukan di atas sajadah. Ruben mengaku rutin menjalankan ibadah salat, termasuk salat Tahajud di sepertiga malam, sebagai sarana untuk mencurahkan segala isi hatinya.

"Sekarang ini gue hanya salat, ambil wudu lalu salat, dan itu membuat gue tenang. Apalagi saat Tahajud, di situlah gue meminta dan bercerita semuanya," tambah Ruben.

Meski kini terlihat lebih tenang, Ruben tidak menampik bahwa proses penyembuhan luka batin ini memakan waktu yang sangat lama. Ia mengaku membutuhkan waktu hampir dua tahun untuk sampai pada titik di mana ia bisa menerima keadaan dan menata kembali hidupnya satu per satu.

"Jujur gue butuh waktu yang lama sekali sampai gue membuka semuanya. Hampir 2 tahun untuk sesi ini," ungkapnya.

Bagi Ruben, ketaatan kepada Tuhan adalah kunci utama. Ia merasa bahwa segala konflik dan kegundahan hati perlahan sirna seiring dengan penyerahan dirinya kepada Yang Maha Kuasa. 

"Gue merasa saat ini Allah mau gue begini, dan insya Allah seterusnya," pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close