Ntvnews.id, Jakarta - Sutradara Gina S. Noer menghadirkan karya orisinal pertamanya bersama Netflix Indonesia melalui film keluarga berjudul Aku Sebelum Aku. Film ini diperkuat jajaran pemain seperti Ringgo Agus Rahman, Bimasena, Widuri Puteri, Poppy Sovia, Prastiwi Dwiarti, hingga Aming.
Film tersebut mengisahkan Jati (Bimasena), seorang remaja yang kerap berselisih dengan ayahnya, Pak Jaya (Ringgo Agus Rahman), terutama terkait pilihan masa depan. Kehidupan Jati mulai berubah ketika ia pindah sekolah dan berkenalan dengan Asa (Widuri Puteri), yang membawanya pada pengalaman dan sudut pandang baru.
Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7), Gina mengungkapkan bahwa film ini lahir dari pengalaman pribadi yang berawal dari rasa ingin tahu anaknya terhadap sejarah keluarga dan perjalanan hidup generasi sebelumnya.
“Sebenarnya film ini buatku sangat personal, karena risetnya justru adalah "Aku Sebelum Aku"-nya versi Gina S. Noer. Awalnya anakku yang kedua, panggilannya Bung, usianya saat itu 14 tahun. Dia suka banget sejarah. Suatu hari dia bertanya ke ibuku yang usianya sekarang 80 tahun (lahir tahun 1945): "Nenek, gimana sih rasanya lahir di bulan Indonesia belum merdeka dan kemudian tumbuh jadi anak di saat Indonesia baru merdeka?" kata Gina S. Noer.
“Ibuku kaget karena nggak pernah mempertanyakan hal itu ke dirinya. Padahal dia sudah melewati Indonesia merdeka, krisis politik, dari analog ke digital, bahkan sekarang menghadapi AI. Dari pertanyaan itu membuatku sadar bahwa aku nggak benar-benar tahu soal sejarah keluargaku,” lanjutnya.
Baca Juga: 9 Tahun Wuling di Indonesia: Produksi Tembus 200 Ribu Unit, Aira ev Jadi Kejutan Baru
Menurut Gina, Aku Sebelum Aku tidak hanya bercerita tentang hubungan orang tua dan anak, tetapi juga mengajak penonton memahami bahwa pengalaman hidup generasi sebelumnya membentuk cara pandang dan sikap mereka saat ini. Melalui film ini, ia ingin mengajak masyarakat melihat orang tua sebagai individu yang memiliki perjalanan hidup dan sejarah masing-masing.
“Banyak hal di film ini adalah bagian dari hidupku. Kita sering cuma mikir "Aduh bokap gue nyebelin, nyokap gue nyebelin," tapi nggak pernah benar-benar melihat bagaimana mereka dibesarkan, bagaimana mereka harus bertahan hidup, dan bagaimana kolonialisme sebenarnya membentuk hubungan-hubungan kita. Itu kenapa penindasan nggak boleh ada, karena efeknya sampai ke anak cucu. Film ini untuk semua orang yang ingin terpicu untuk mengenal siapa dirinya lebih baik,” lanjutnya.
Pesan serupa juga dirasakan oleh Prastiwi Dwiarti yang memerankan Ambu Asih, istri Pak Jaya. Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran tentang peran seorang ibu dalam keluarga, terutama saat mendampingi anak remaja yang sedang berada dalam fase penuh rasa ingin tahu.
“Aku banyak belajar di film ini karena kebetulan aku juga ibu yang punya anak remaja yang rasa ingin tahunya besar sekali. Aku belajar tentang bagaimana seorang ibu atau istri ada di tengah keluarga tanpa harus banyak berkata, tapi kekuatannya lahir dari sebuah "kata sunyi". Sunyi bukan berarti tidak punya pendapat, tapi tetap selalu ada, tetap hadir, dan berusaha menjadi tempat pulang yang paling aman untuk keluarganya,” kata Prastiwi Dwiarti.
Melalui kisah hubungan keluarga yang dibalut refleksi sejarah lintas generasi, Aku Sebelum Aku menawarkan perspektif tentang pentingnya memahami masa lalu untuk mengenali jati diri. Film ini dijadwalkan tayang secara global di Netflix mulai 16 Juli 2026.
Gina S. Noer bersama Cast Film Aku Sebelum Aku Seperti Aming hingga Tiwi (NTVNews.id Dedi)