Uji Jalan B50 Tunjukkan Hasil Positif, Siap Diterapkan Juli 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 08:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pencampuran bahan bakar biodiesel di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri Pencampuran bahan bakar biodiesel di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri (Antara)

Ntvnews.id, Lembang, Jawa Barat - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menyampaikan hasil sementara uji jalan penggunaan biodiesel 50 persen (B50) di sektor otomotif menunjukkan kinerja yang baik dan telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan performa mesin kendaraan yang menggunakan B50 dinilai sesuai standar berdasarkan laporan tim teknis.

"Kalau performa mesin, tadi dari laporannya tim teknis itu sesuai spesifikasi," ujarnya saat ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 di Lembang, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa laporan tersebut juga didukung oleh klaim dari perusahaan otomotif yang terlibat dalam uji coba B50.

Hasil pengujian menunjukkan kualitas B50 telah memenuhi standar, dengan kandungan FAME sebesar 49–50 persen. Selain itu, sejumlah parameter penting seperti kadar air, monogliserida, dan stabilitas oksidasi berada dalam batas yang dipersyaratkan sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi Cair.

Baca Juga: Pemerintah Terapkan B50 Mulai 1 Juli 2026 untuk Semua Sektor

Untuk kadar air, batas maksimum yang ditetapkan pada B50 adalah 300 ppm, lebih rendah dibandingkan standar B40 yang mencapai 320 ppm. Hasil uji menunjukkan angka yang lebih baik dari batas tersebut.

"Tadi, uji kandungan air sudah keluar, angkanya 208,81 ppm. Itu berarti di bawah 300 ppm (kadar air maksimal). Jadi, lebih bagus. Karena (kadar air) lebih rendah, lebih bagus," kata Eniya.

Sementara itu, kandungan monogliserida pada B50 ditetapkan maksimal 0,47 persen massa, lebih rendah dari standar B40 sebesar 0,5 persen. Adapun stabilitas oksidasi ditetapkan minimal 900 menit, meningkat dari standar B40 yang sebesar 720 menit.

"Jadi, kami akan selesai (uji jalan) nanti di Mei. Mei semua yang otomotif," ujar Eniya.

Uji jalan yang dimulai sejak 9 Desember 2025 ini melibatkan sembilan kendaraan dari sektor otomotif. Rinciannya terdiri dari empat kendaraan penumpang dengan kapasitas di bawah 3,5 ton serta lima kendaraan niaga berat seperti truk dan bus dengan kapasitas di atas 3,5 ton.

Menariknya, uji coba ini tidak hanya melibatkan produsen kendaraan asal Jepang, tetapi juga pabrikan Eropa.

Baca Juga: Infografik: Uji Biodiesel B50 Tunjukkan Performa Positif

"Dan, kali ini, pabrikannya bukan hanya (kendaraan) pabrikan Jepang. Pabrikan Eropa juga ikut (uji jalan). Bus sama truk besarnya (pabrikan Eropa)," ujar Eniya.

Sejauh ini, tiga unit kendaraan berat seperti truk dan bus telah menyelesaikan uji jalan sejauh 40 ribu kilometer, sementara kendaraan lainnya masih dalam proses pengujian. Target jarak tempuh untuk kendaraan berat adalah 40 ribu km, sedangkan kendaraan penumpang mencapai 50 ribu km.

"Insya Allah sesuai dengan arahan, bisa berlaku 1 Juli," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan penerapan B50 akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat subsidi hingga Rp48 triliun per tahun.

Ia juga menyebut Pertamina telah siap untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

Selain itu, penerapan B50 berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar minyak fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun.

(Sumber: Antara)

x|close