MBG Buat Pesanan Kios Buah Kecil Meluap, Kini Rekrut Pegawai dan Pekerja Lepas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Apr 2026, 10:52
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Pemilik kios buah, Endang Sri Lestari. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI) Pemilik kios buah, Endang Sri Lestari. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat kios buah milik Endang Sri Lestari (33 tahun) kebanjiran pesanan. 

Kios yang terletak di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini setiap minggu mendapat order dari sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah Sragen.

Dalam seminggu, buah yang dijual seperti klengkeng, pir, naga, apel, anggur, hingga semangka selalu bergantian di pesan dapur MBG. Total ada tiga SPPG yang memesan buah ke kiosnya.

"Dampaknya bagus, ekonomi lumayan naik. Kita dapat pesanannya lumayan," kata Endang, pemilik Kios Lestari Snack, yang sudah berdagang buah sejak 2020.

Orderan yang dipesan SPPG bervariasi, namun dalam partai yang cukup besar. Seperti, untuk jeruk biasanya dapur MBG memesan sebanyak 150 kilogram (kg).

Untuk apel, SPPG memesan 7 hingga 10 dus. Dalam satu dus apel rata-rata berisi 100 buah.

Penjual nanas di Pasar Gede, Kota Solo, Jawa Tengah, Surati (48 tahun). (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)   Penjual nanas di Pasar Gede, Kota Solo, Jawa Tengah, Surati (48 tahun). (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)

Baca Juga: BGN Siapkan 900 SPPG di Wilayah 3T untuk Percepat Program Makanan Bergizi Gratis

SPPG juga kerap memesan buah naga dengan rata-rata per pesanan sebanyak 250 kg. Klengkeng juga dipesan dalam partai besar minimal 12 krat dengan rata-rata per krat seberat 10 kg.

Banyaknya pesanan ini membuat Endang merekrut pegawai hingga pekerja lepas. "Setelah dapat (orderan) MBG, saya bisa punya dua karyawan. Kadang ada  pojokan (bekerja lepas) juga, empat sampai lima orang," kata Endang.

Dia berharap program MBG terus berjalan agar usahanya juga lancar. Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu membuat banyak masyarakat kecil mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.

"Terima kasih Pak Prabowo, semenjak ada MBG, saya ikut terjun sebagai suplier buah, semoga programnya terus berlanjut," ucapnya.

Berkah yang sama juga dialami Surati (48 tahun), penjual nanas di Pasar Gede, Kota Solo, Jawa Tengah. Berkat program MBG, usaha yang sudah dirintis lebih dari 30 tahun itu pun kebanjiran pesanan.

"(Dapat pesanan) 2.000 nanas kadang 2.500 nanas," kata Surati yang berharap program MBG bisa terus berlanjut.

x|close