Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina (Persero) buka suara terkait perkiraan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi pada 1 April 2026 mendatang.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan bahwa Pertamina belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM non-subsidi.
Sehingga dirinya menegaskan informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," ucap Baron saat dikonfirmasi Ntvnews.id, Senin, 30 Maret 2026.
Baca juga: Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai di Tengah Memanasnya Geopolitik Timur Tengah
Baca juga: Iran Beri Sinyal Positif, 2 Kapal Tanker Pertamina Segera Melintasi Selat Hormuz
Lebih lanjut, Pertamina menegaskan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com.
Kemudian pihaknya juga mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak.
Seperti diketahui, beredar luas di publik perkiraan kenaikan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026.
Dalam simulasi tersebut, harga Pertamax disebut bisa naik menjadi sekitar Rp17.850 per liter, kemudian untuk Pertamina Dex diperkirakan menembus Rp23.650 per liter.
PT Pertamina (Persero) menyiapkan berbagai langkah mitigasi sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan energi dalam menghadapi dinamika global dan konflik Timur Tengah.