Ntvnews.id, Tangerang – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan seluruh bandara yang dikelolanya siap menghadapi lonjakan penumpang selama periode angkutan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyampaikan bahwa kesiapan operasional telah dipastikan di seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan perusahaan, yakni sebanyak 37 bandara di berbagai wilayah Indonesia.
"Dari total 37 bandara, ada 30 bandara yang statusnya internasional berdasarkan ketentuan peraturan Kementerian Perhubungan yang terbaru yang efektif 8 Agustus 2025. Jadi dari Aceh sampai Papua, itu ada bandara-bandara yang dikelola oleh InJourney Airport dan seluruhnya siap melayani," jelasnya di Tangerang, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia mengatakan berbagai langkah telah disiapkan untuk memastikan kelancaran layanan selama masa mudik Lebaran. Salah satunya dengan menyiagakan petugas serta menyediakan fasilitas tambahan bagi penumpang, termasuk layanan kendaraan pengantar menuju terminal.
"Terkait dengan periode Lebaran, kita mulai membuka posko pada tanggal 13 sampai dengan 30 Maret 2026. Seluruh fasilitas hingga petugas telah dikerahkan," katanya.
Berdasarkan proyeksi perusahaan, jumlah penumpang yang akan melakukan perjalanan udara selama periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar 498.000 orang dengan total pergerakan pesawat sekitar 3.357 penerbangan.
Baca Juga: Bandara Ngurah Rai Nyatakan Kondisi Force Majeure Akibat Banjir
"Nanti di peak-nya itu mungkin di sekitar tanggal 15 Maret. Kemudian arus baliknya di tanggal 28 Maret. Nah kita ketahui juga bahwa ada beberapa hari yang memang ditetapkan oleh pemerintah menjadi work from anywhere," ungkapnya.
Dalam periode mudik Lebaran tahun ini, dua bandara besar diperkirakan akan menjadi yang paling sibuk, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) di Bali.
Menurut Achmad Syahir, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai sekitar 179.000 orang saat arus mudik. Sementara pada arus balik yang diprediksi terjadi pada 28 Maret, jumlahnya diperkirakan meningkat hingga 198.000 penumpang.
"Kalau untuk di Bali, hari Sabtu tanggal 14 Maret itu sekitar 67.000 penumpang dan nanti di tanggal 28 Maret sekitar 73.000 penumpang arus baliknya ," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Maya Watono menyampaikan bahwa lonjakan pergerakan penumpang selama periode mudik juga akan berdampak pada sektor pariwisata, termasuk meningkatnya tingkat hunian hotel.
Meski demikian, pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi agar peningkatan aktivitas perjalanan dan wisata tetap dapat dilayani dengan baik.
Baca Juga: Bakom: Perbaikan Jalur Pantura dan Tol Trans Jawa Dipercepat Jelang Mudik 2026
"Betul, lonjakan penumpang ini sudah kami antisipasi di berbagai destinasi kami. Hotel-hotel juga okupansinya pasti akan meningkat, terutama kami memfokuskan untuk domestik market. Lalu juga di bandara peningkatannya dua persen di beberapa destinasi kami meningkat cukup signifikan," paparnya.
Ia menambahkan, InJourney berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menyiagakan layanan selama 24 jam penuh di berbagai fasilitas yang dikelola perusahaan.
"Kami sangat mengedepankan servis. Tahun ini pun adalah tahun kami mencanangkan transformasi customer experience secara besar-besaran dimulai dari tahun ini, di sisi people, process, premise ini kami untuk memberikan publik servis yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia," kata dia.
(Sumber: Antara)
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir memberikan keterangan pers terkait kesiapan layanan mudik Lebaran. ANTARA/Azmi Samsul M. (Antara)