Pemerintah Jelaskan Impor Beras AS adalah Beras Khusus: Seperti Beras Jepang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 23:15
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah buka suara soal impor beras dari Amerika Serikat (AS). Dijelaskan bahwa yang akan diimpor dari negara tersebut adalah beras khusus seperti beras Jepang, yang tidak dikonsumsi sehari-hari.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa impor tersebut hanya sebesar 1.000 ton dan masuk dalam skema kerja sama dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dikenal dengan Agreement of Reciprocal Trade (ART).

“Oh yang beras, itu mengenai beras khusus,” kata Zulhas usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menekankan, beras yang dimaksud bukan beras biasa yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Melainkan beras dengan spesifikasi tertentu yang memang menyasar segmen khusus.

“Seperti Jepang gitu, ada beras Jepang, disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita,” ujarnya.

Menurutnya, praktik impor beras khusus bukan hal baru. Indonesia juga punya perjanjian serupa dengan Jepang, terutama untuk kebutuhan restoran Jepang yang memang membutuhkan jenis beras tertentu yang tidak diproduksi massal di dalam negeri.

Saat ditanya kenapa tidak diproduksi saja di dalam negeri, Zulhas tak menampik bahwa faktor harga menjadi pertimbangan utama.

“Mahal itu, 100 ribu lebih satu kilo kan? Siapa mau beli kan? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja,” katanya.

Ia kembali menegaskan, kebijakan ini bukan soal ketidakmampuan produksi dalam negeri, melainkan soal ceruk pasar yang sangat spesifik dan harga yang tinggi.

“Kayak beras Jepang tuh Rp 100 ribu kan satu kilogramnya,” tambahnya.

Dengan demikian, pemerintah memastikan impor 1.000 ton beras dari AS itu tidak akan mengganggu pasar beras nasional.

Beras yang didatangkan adalah beras khusus untuk kebutuhan tertentu, bukan untuk menggantikan beras lokal yang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.

x|close