Hadapi Dinamika Global, Bank Indonesia Terapkan Paradigma Baru Pengelolaan Cadangan Devisa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 08:55
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan, Indonesia tetap dipandang memiliki prospek investasi yang solid dan atraktif, dengan peluang mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026-2027. 

Optimisme tersebut antara lain didukung oleh penerapan paradigma investasi baru dalam pengelolaan cadangan devisa yang sesuai dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Pengelolaan cadangan devisa Bank Indonesia dilakukan secara lebih adaptif dan berhati-hati, didukung oleh pemanfaatan teknologi yang relevan guna memperkuat kepercayaan investor serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika global. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menyampaikan bahwa penerapan paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa mendukung sinergi kebijakan nasional yang transformatif melalui nilai tukar yang stabil dan resiliensi sektor eksternal. 

Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen di Januari 2026

Untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pertumbuhan yang semakin tinggi, bauran kebijakan transformasi ekonomi diperkuat melalui lima sinergi strategis, yakni stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional yang didukung kerja sama bilateral dan regional. 

“Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan ke depan perlu terus diperkuat," tegas Deputi Gubernur Aida dalam keterangan tertulisnya, Jumat 30 Januari 2026.

Melengkapi sinergi kebijakan nasional tersebut, Bank Indonesia terus mengimplementasikan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi syariah guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif berkelanjutan. 

Dalam menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian, cadangan devisa dikelola secara secara berhati-hati sebagai penyangga utama stabilitas ekonomi. 

Baca juga: Bank Indonesia : Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur Sejak 13 Januari 2026

Bank Indonesia terus mengelola cadangan devisa dengan memerhatikan perkembangan suku bunga global, nilai tukar dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS guna menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas perekonomian nasional.

Sejalan dengan itu, Global Head of Asset Allocation, Invesco, Paul Jackson, menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang relatif baik. 

Menurutnya, pengelolaan cadangan devisa yang berhati-hati dengan pendekatan investasi yang lebih adaptif menjadi kunci menjaga stabilitas di tengah volatilitas global.

x|close