Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. Pemerintah, kata dia, tengah melakukan pembenahan serius di sektor fiskal, moneter, hingga iklim investasi.
"Oh bagus. Karena gini, saya dengan BI sudah lebih sinkron sekarang kebijakannya moneter, fiskal dan iklim investasi kan diperbaiki terus,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan uang primer dan basis moneter telah bergerak sesuai harapan.
"Moneter, fiskal, uangnya sudah tumbuh sesuai dengan harapan kita, M0-nya, base money-nya. Jadi harusnya akan tumbuh double digit dalam waktu tidak terlalu lama,” ujarnya.
Baca Juga: Bahlil Ungkap 4 Fokus Prabowo dalam Kebijakan Energi Nasional, Apa Saja?
Di sisi fiskal, Purbaya memastikan peningkatan penerimaan negara dilakukan tanpa menaikkan tarif pajak dan cukai.
"Terus dari sisi pendapatan fiskalnya, saya akan perbaiki cara kita mengumpulkan pajak dan cukai sehingga hasilnya akan lebih optimal tanpa menaikkan tarif pajak atau cukai,” katanya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)
Ia juga menegaskan akan merombak besar-besaran jajaran Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
"Nih, habis ini saya akan lantik sekitar 33-34 pejabat Bea Cukai baru. Saya putar, saya rotasi. Yang enggak perform saya geser ke pinggir,” ujar Purbaya.
"Kalau sama DJP kan minggu depan saya akan, apa namanya, gua mau ngomong ada yang bilang obrak-abrik enggak boleh, tapi saya bilang obrak-abrik lagi supaya orang-orang yang bagus betul-betul bisa naik ke atas,” lanjutnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut diambil untuk menciptakan semangat baru dan meningkatkan kinerja institusi penerimaan negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)