Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor untuk tetap percaya diri menanamkan modal di Indonesia. Ia menilai prospek ekonomi nasional masih sangat kuat.
Salah satu indikator dari cerahnya ekonomi Indonesia adalah dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Kalau Anda investor suka bermain di pasar saham, jangan takut walaupun kemarin turun pasti naik lagi. Karena pada dasarnya IHSG adalah arah ekonomi kita,” kata Purbaya Purbaya di Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia mengingatkan bahwa target-target IHSG yang dulu dianggap terlalu optimistis, kini mulai terbukti. Bahkan, ia menyebut potensi kenaikan IHSG dalam jangka panjang masih sangat besar.
Purbaya menceritakan pengalamannya saat pernah menyampaikan proyeksi IHSG di level 9.000, yang kala itu banyak pihak yang meragukan dan bahkan menertawakannya. Namun, kenyataannya IHSG sudah sempat menembus level tersebut.
Baca Juga: Ekonomi RI Diprediksi Tetap Stabil Meski Tekanan Terhadap Rupiah Meningkat
Hal serupa juga terjadi ketika ia menyebut dalam satu siklus 10 tahun, IHSG berpotensi naik hingga empat kali lipat dari level saat ini.
“Kalau sekarang di 8.000-an ya 32.000 itu. Lebih diketawain juga. Tapi Anda boleh ngetawain, tapi jangan lupa investasi. Nanti nyesel,” ujarnya.
Ekonomi Dijaga Tumbuh di Atas 5 Persen
Ia menilai pergerakan IHSG mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik, sehingga investor tidak perlu ragu untuk masuk ke pasar domestik.
Dari sisi makro, Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 akan menembus 5,5 persen. Faktor pendorongnya antara lain percepatan belanja pemerintah serta momentum Lebaran pada Maret 2026 yang akan meningkatkan konsumsi masyarakat.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Menguat Rp16.780 per dolar AS
“Saya ingin mendorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara. Kalau itu terjadi, kita sudah breakout dari kutukan 5 persen,” katanya.
Ia juga menyoroti inflasi yang masih terkendali. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan tanpa komponen harga emas, inflasi berada di kisaran 1,5 persen.
“Artinya demand masih relatif rendah. Saya punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir kenaikan bunga yang signifikan,” pungkas Purbaya.
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa di Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026. (Istimewa)